Bondowoso| Lensarakyat.id – Suasana berbeda terlihat di Puskesmas Kota Kulon, Jum’at pagi (29/5/2026). Antrean panjang para siswa SMP tampak memenuhi ruang tunggu hingga halaman puskesmas. Mereka berbondong-bondong mengurus surat keterangan sehat (SKS) yang menjadi syarat mutlak pendaftaran masuk SMA. Fenomena ini terjadi setelah libur panjang Idul Adha 1447 H dan memasuki tahun ajaran baru 2026.
Salah satu siswa SMPN 04 Bondowoso, Geo (14), tampak duduk sabar di kursi ruang tunggu sambil memegang berkas pendaftaran. Wajahnya sedikit cemas namun penuh harap.
“Iya, ini mau ngurus surat keterangan sehat buat daftar SMAN 01 Bondowoso, Kata sekolah, syaratnya harus ada dari puskesmas. Saya baru sempat sekarang karena kemarin ikut kurban dan libur Idul Adha di kampung,” ujar Geo sambil menunjukkan kartu berobatnya.
Menurut Geo, dirinya sudah dua hari mencoba mengurus surat tersebut, namun terbentur dengan libur panjang idul adha, “Hari ini saya datang jam 8 pagi sudah dapat nomor antrean 85. Alhamdulillah, semoga cepat selesai,” tambahnya.
Kepala Puskesmas Kota Kulon, drg. Ahmad Mansyur, membenarkan lonjakan luar biasa jumlah pasien umum, khususnya pelajar SMP, sejak awal masuk kerja. Pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.
“Biasanya setelah libur panjang dan tahun ajaran baru, memang terjadi peningkatan pemohon SKS hingga 100 persen. Per hari bisa mencapai 100-200 siswa. Kami sudah menambah jam pelayanan dan membuka loket khusus untuk siswa yang akan daftar SMA,” jelas drg. Ahmad Mansyur di sela-sela memantau alur pendaftaran.
Ia mengimbau para siswa dan orang tua agar tidak menunda-nunda pembuatan surat keterangan sehat hingga H-1 pendaftaran sekolah. “Lebih baik datang pagi-pagi atau memanfaatkan jadwal buka puasa kemarin. Karena jika terlalu mepet, kondisi kesehatan siswa juga bisa kurang optimal saat diperiksa,” pesannya.
Puskesmas Kota Kulon kini menerapkan sistem nomor antrean dan memperbolehkan pendaftaran secara kolektif dari sekolah. “Kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar jadwal pemeriksaan bisa diatur bergilir tiap sekolah. Dengan begitu, antrean tidak menggunung seperti hari ini,” pungkas drg. Ahmad Mansyur.
Hingga pukul 11.00 WIB, puluhan siswa masih terlihat duduk lesu menunggu giliran. Beberapa dari mereka sambil belajar, ada pula yang asyik mengobrol menghilangkan penat. Geo yang akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan dengan senyum lega—surat kesehatannya sudah di tangan. “Sekarang tinggal daftar SMA. Doakan saya lolos ya!” katanya ceria.







