Makan Bergizi Gratis untuk 2.015 Siswa dan Ibu Hamil di Bondowoso, Kepala SPPG Blindungan: “Ini Komitmen untuk Penuhi Hak Gizi”

Bondowoso| Lensarakyat.id – Sebanyak 2.015 KPM yang terdiri dari siswa berbagai jenjang pendidikan serta ibu hamil di Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, mulai menerima program Makan Bergizi Gratis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blindungan. Program ini diresmikan sebagai wujud nyata intervensi pemerintah dalam mengatasi masalah stunting dan kekurangan gizi di wilayah Bondowoso.

Kepala SPPG Blindungan, Abdul Gafurur Rohim, S. Pd., menjelaskan bahwa program ini menyasar 1.822 siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP, serta 193 ibu hamil serta balita yang tersebar di 16 lembaga se Kecamatan Bondowoso.

“Kami tidak sekadar memberikan makan siang. Menu yang disusun telah melalui perhitungan gizi seimbang oleh tim ahli SPPG, dengan kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang sesuai kebutuhan anak usia sekolah serta kehamilan. Setiap porsi juga dilengkapi dengan susu dan buah segar,” ujar Gafurur saat ditemui di dapur SPPG Blindungan, rabu (03/06/2026).

Ia menambahkan, program ini akan berlangsung secara berkelanjutan dengan sistem jemput bola. SPPG Blindungan menyiapkan tiga unit mobil dapur keliling yang setiap hari mendistribusikan makanan hangat langsung ke masing-masing sekolah dan posyandu.

“Target kami dalam tiga bulan ke depan adalah menurunkan angka anak kurus (wasting) dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) di kecamatan ini hingga 30 persen. Ini komitmen kami,” tegas Gafurur.

Sementara itu, apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala Sekolah TK ABA Aisyiyah Bondowoso, Farida Ariyanti, S. Pd. Menurutnya, program ini sangat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi di sekolah.

“Sebagai pendidik, saya melihat antusiasme luar biasa dari anak-anak. Mereka lahap menyantap menu yang disajikan, bahkan beberapa anak yang biasa tidak sarapan kini lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Kami sangat berterima kasih kepada SPPG Blindungan dan pemerintah yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujar Farida dengan mata berkaca-kaca.

Ia berharap program ini tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi menjadi gerakan nasional yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah-daerah rawan gizi.

Dengan adanya program ini, Bondowoso kini menjadi salah satu percontohan keterpaduan layanan gizi antara satuan pendidikan dan kesehatan ibu-anak di wilayah Tapal Kuda.

Tim Liputan : SPPG Blindungan

Editor : Bam” z

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *