Waspada Keringat Malam! Kepala Puskesmas Tegalampel Beberkan 3 Ciri Khas TBC di Hadapan Forkopimcam

Bondowoso| Lensarakyat.id – Semangat kolaborasi lintas sektor terlihat jelas di Pendopo Kecamatan Tegalampel Bondowoso pada Kamis pagi (25/06). Bertempat di pendopo yang sarat akan nilai historis tersebut, UPT Puskesmas Tegalampel menggelar kegiatan “Miniloka Karya” yang melibatkan seluruh elemen pemerintahan dan keamanan di wilayah setempat.

Forum yang digagas oleh Puskesmas ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan titik awal strategi percepatan penurunan angka Stunting serta penguatan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi momok kesehatan masyarakat.

Paparan Medis dan Ciri Khas TBC

Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas Tegalampel, dr. Achmad Kudlori, secara gamblang mengingatkan para peserta mengenai gejala awal TBC yang kerap diabaikan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dini mengingat penularan penyakit ini sangat cepat di lingkungan padat penduduk.

BACA JUGA :
Sinergi Tiga Pilar! APPSI Bondowoso Gandeng Diskoperindag dan Bakesbangpol Matangkan MUSDA 2026

“Jika ada warga yang mengalami batuk terus-menerus selama lebih dari dua minggu, disertai dengan penurunan nafsu makan hingga berat badan turun, serta sering berkeringat di malam hari tanpa aktivitas berat, itu adalah sinyal bahaya. Jangan tunggu parah, segera lakukan pemeriksaan dahak di fasilitas kesehatan terdekat,” tegas dr. Achmad Kudlori di hadapan para kepala desa, babinsa, dan bhabinkamtibmas serta Undangan yang hadir.

Selain TBC, dr. Achmad juga memaparkan data signifikan terkait kasus stunting di Kecamatan Tegalampel, menekankan bahwa intervensi tidak cukup hanya dari sisi medis, tetapi harus dibarengi dengan perbaikan pola asuh dan sanitasi lingkungan yang menjadi kewenangan bersama lintas sektor.

BACA JUGA :
Kepala Desa Trebungan Beri Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Kembali H. Ahmad Dhafir. S.H. M.H., sebagai Ketua DPC PKB Bondowoso

Komitmen Tiga Pilar Kecamatan

Forum Miniloka ini mendapat respons positif dari jajaran Forkopimcam. Camat Tegalampel yang diwakili oleh Kasi Umum Kecamatan, menyatakan dukungan penuh terhadap program kesehatan tersebut. Ia menginstruksikan agar seluruh perangkat desa aktif mendata warganya yang berisiko dan menggiatkan posyandu sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

Sementara itu, menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan program, Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, S.H., M.H., menyampaikan komitmennya untuk menggerakkan Bhabinkamtibmas dalam melakukan sosialisasi door-to-door. “Kami siap turun membantu mengedukasi masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri. Penanganan TBC dan Stunting adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar AKP Sobingan saat dikonfirmasi terpisah.

Senada dengan hal tersebut, Danramil 03 Tegalampel yang diwakili oleh Batituud Peltu Junaidi menyatakan bahwa TNI akan terus bahu-membahu dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan. “Kami akan aktif dalam kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan dan pendampingan warga yang sedang menjalani pengobatan agar tidak putus obat,” tegas Peltu Junaidi.

Dengan tergelarnya Miniloka Karya Lintas Sektor ini, diharapkan sinergitas antar sektor di Kecamatan Tegalampel semakin kokoh, tidak hanya dalam penanganan kasus, tetapi juga dalam upaya preventif menuju masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari TBC serta generasi bebas stunting di tahun 2026.

BACA JUGA :
Dari Kantor Lurah Hingga Makam Bersejarah, Warga Sekarputih Tumpah Ruah di Pawai Ancak Agung dalam Rangka HUT RI-81 dan Maulid

Tim Liputan : UPT Puskesmas Tegalampel.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *