Bondowoso| Lensarakyat.id – – Sebuah gebrakan menarik muncul dari rapat persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Tegalampel. Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, S.H., M.H., secara tegas mengeluarkan himbauan agar seluruh rangkaian acara perayaan tidak menghadirkan atraksi joget “Pargoy”.
Himbauan ini disampaikan langsung dalam rapat koordinasi panitia yang digelar di Pendopo Kecamatan Tegalampel dan turut dihadiri oleh Camat Tegalampel, Rifky Hariady, S.STP. M.M. rabu (15/07).
Langkah tegas tersebut bukan tanpa alasan. AKP Sobingan mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan respons langsung atas masukan dan kritik yang diterimanya dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Menurut mereka, atraksi joget pargoy tidak memberikan dampak positif bagi nilai-nilai moral dan budaya masyarakat, terutama di momen sakral peringatan kemerdekaan.
“Kami mendengar dan menampung aspirasi dari para tokoh agama dan masyarakat. Mereka mengkritisi bahwa joget pargoy ini tidak membawa manfaat. Malah dinilai dapat menodai nilai kesopanan dan etika yang kita junjung selama ini,” ujar AKP Sobingan di hadapan para panitia.
Imbauan ini sejalan dengan pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sebelumnya telah mengeluarkan fatwa haram terhadap joget pargoy, karena dinilai mengandung gerakan erotis dan membuka aurat . Di beberapa daerah lain, fenomena serupa juga mendapat penolakan karena dianggap mengganggu ketertiban dan merusak estetika budaya .
Camat Tegalampel, Rifky, mendukung penuh himbauan yang disampaikan Kapolsek. Beliau berharap seluruh elemen masyarakat dan panitia dapat memahami dan mengimplementasikan keputusan ini demi menjaga kekhidmatan acara.
“Dengan adanya arahan ini, kami berharap perayaan HUT RI ke-81 di Tegalampel akan berjalan dengan khidmat, meriah, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat dan religius. Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan membangun,” imbuh Camat Rifky.
Dengan himbauan ini, masyarakat Tegalampel diharapkan dapat merayakan kemerdekaan dengan lebih fokus pada kegiatan-kegiatan yang memperkuat persatuan dan gotong royong, tanpa mengurangi semarak perayaan itu sendiri.
Tim Liputan: HUT RI ke 8i








