Bondowoso| Lensarakyat.id — Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., melaksanakan kegiatan POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran) di UPTD Pelatihan Kerja (BLK) Bondowoso, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Bondowoso, Kapolsek Tenggarang IPTU Suminar, S.H., Kepala UPTD Pelatihan Kerja (BLK) Bondowoso Sdri. Laeli Riswantini, S.H., Koordinator Instruktur Sdr. Fandi Ahmad, jajaran staf BLK, serta para siswa peserta pelatihan kerja.
Program POLIRAN ini merupakan wujud nyata kepedulian dan dukungan Polri terhadap pelaksanaan program pelatihan kerja, sekaligus upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Bondowoso.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Bondowoso bersama rombongan PJU meninjau secara langsung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah kelas keahlian. Adapun bidang pelatihan yang ditinjau meliputi:
- Pelatihan kopi (barista)
- Pembuatan kue (boga)
- Budidaya hidroponik
- Pelatihan pengelasan (las)
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat dari dekat proses pembelajaran serta memastikan keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal yang matang bagi para peserta, baik untuk memasuki dunia kerja formal maupun merintis usaha mandiri (wirausaha).
Berikan Motivasi dan Semangat Kewirausahaan
Di hadapan para peserta pelatihan, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo memberikan suntikan motivasi mendalam agar para peserta memiliki mental baja dan optimisme tinggi dalam menghadapi dunia kerja maupun persaingan bisnis yang semakin ketat. Berikut poin penting motivasi yang disampaikan Kapolres:
- Mental dan Keberanian:* Memulai usaha membutuhkan perhitungan, kesiapan mental, dan keberanian menghadapi tantangan, terutama di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini.
- Fokus pada Proses, Bukan Hanya Keuntungan: Bagi pemula, keuntungan bukanlah target utama. Pengalaman, pengembangan keterampilan, dan pemahaman proses bisnis jauh lebih penting. Risiko kegagalan harus disikapi sebagai batu loncatan untuk bangkit.
- Peluang dan Konsistensi: Setiap individu memiliki garis tangan dan kesempatan yang berbeda. Keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan memanfaatkan peluang, konsistensi, serta integritas diri.
- Penerapan Ilmu Nyata: Ilmu dari pelatihan harus diaplikasikan secara nyata. Perbedaan hasil dalam praktik adalah hal yang wajar, sehingga peserta dituntut untuk terus belajar dan mengevaluasi diri.
- Pantang Menyerah dan Berinovasi: Di era persaingan ketat —seperti industri kopi— peserta harus memiliki semangat pantang menyerah, terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta memberikan pelayanan prima.
- Kerja Keras Berkelanjutan: Kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang berupa kerja keras dan pembelajaran berkelanjutan.
Wujud Kehadiran Polri dalam Pemberdayaan Masyarakat
Melalui program POLIRAN, Kapolres Bondowoso berharap para peserta pelatihan mampu meningkatkan kepercayaan diri, menguasai kompetensi di bidangnya masing-masing, serta siap mandiri menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendukung program pemberdayaan, serta memperkuat sinergi bersama lembaga pelatihan kerja demi mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. (Bam”s)








