Mei 16, 2021

Belajar Mendidik Ilmu Tajwid dengan Kreatif 

Oleh : Abdul Warits*

 

Judul              : Ilmu Tajwid Otodidak (teori dan praktik yang mendalam tentang cara membaca al-quran yang baik dan benar untuk segala tingkatan)

Penulis           : Dr. M. Isham Muflih Al-Qudhat

Penerbit         : Turos Pustaka

Cetakan          : Maret, 2020

Tebal              : 192 halaman

ISBN               : 978-623-7327-387

 

Ilmu tajwid merupakan ilmu yang sangat berguna dan penting dipelajari bagi semua kalangan. Ilmu ini akan membantu seseorang dalam memperbaiki bacaan Al-Quran. Bekal untuk mempelajari ilmu tajwid sangat dibutuhkan, khususnya bagi tenaga pendidik Al-Quran yang aktif bergerak dalam dunia pendidikan Al-Quran di masjid, surau, mushlalla, dan lembaga pendidikan Islam lainnya.

Buku ini hadir agar pembca semakin mudah dalam memahami dan mendalami ilmu tajwid. Di dalamnya dijelaskan dengan sangat komprehensif dari penjelasan tentang definisi ilmu tajwid, hukum mempelajari ilmu tajwid, tatakrama membaca Al-Quran, sifat-sifat huruf, persoalan waqaf, hingga macam-macam qiraat dari beberapa Imam. Buku merupakan karangan asli Dr. M. Isham Muflih Al-Qudhat, seorang pakar ilmu tajwid dan qiraat dengan kita asli berjudul al-Wadih fi Ahkamit Tajwid.

Menurut buku yang diterjemahkan oleh Abdul Majid Lc ini dijelaskan bahwa hukum mengetahui ilmu tajwid dari aspek teoritis adalah fardu kifayah. Sedangkan, menerapkan ilmu tajwid dari aspek praktik adalah fardu ain bagi setiap orang yang membaca Al-Quran (hal. 03). Indikasi ini menunjukkan bahwa harus ada seorang yang mempelajari dan mendalami ilmu tajwid agar kesalahan-kesalahan bacaan Al-Quran yang terjadi di lingkungan sekitar kita bisa diminimalisir  dengan sebaik mungkin. Apalagi menerapkan ilmu tajwid menjadi kewajiban bagi setiap individu  yang ingin membaca Al-Quran.

Aneka macam qiraat juga menjadi perhatian buku ini. jumlah qiraat yang mu’tabar (diakui) oleh para ulama qiraat ada sepuluh. Setiap imam qiraat tersebut memilih dua perawi (pembawa riwayat qiraat)  yang mengambil qiraat dari mereka. Para perawi itu dikenal karena mengambil qiraat dari masing-masing Imam qiraat. Sementara, riwayat yang paling shahih dan mu’tamad serta dikenal di seluruh dunia adalah qiraat Imam Hafs dan Imam ‘Ashim. Termasuk sebagian mushaf yang ada di sekitar kita dicetak sesuai riwayat ini melalui jalur Imam Syatibi (hal. 09)

Persoalan waqaf dan ibtida’ juga menjadi isu utama dalam mempelajari ilmu Tajwid di dalam buku ini. Karena keduanya merupakan cabang dari kandungan ayat Al-Quran yang sedang dibaca oleh seorang qari’ (hal. 121). Hal ini juga ditegaskan oleh Syekh Ibnu Al-Anbari yang mengatakan termasuk dari kesempurnaan wawasan Al-Quran adalah mengetahui waqaf dan ibtida’ karena seseorang tidak dapat memahami kandungan Al-Quran kecuali dengan mengetahui jeda-jeda pembacaannya.

Sebenarnya yang menarik dan penting diketahui oleh pembaca bahwa buku ini menghadirkan pertanyaan dan diskusi dari setiap bab yang dijelaskan di dalamnya. Misalnya ketika mempelajari sejarah ilmu tajwid, maka diakhir nanti akan dimuncul pertanyaan tentang sejarah ilmu tajwid. Ini penting dilakukan selain untuk menguji ingatan peserta didik, pertanyaan-pertanyaan yang disuguhkan merupakan simbol untuk mempelajari ilmu tajwid dengan kreatif dan inovatif. Karena kita tahu bahwa ilmu tajwid berada di semua kalangan masyarakat. Dari anak-anak, remaja, bahkan juga orang tua. Karenanya, mendidik ilmu tajwid harus dilakukan dengan berbagai macam startegi dan metode.  Selain itu, di dalam buku ini terdapat bagan dan tabel yang memudahkan dalam belajar ilmu tajwid dengan senang hati.

Pilihan Lain

Leave a Comment