Mei 17, 2021

Membangkitkan Semangat Hidup dalam Situasi Pandemi Covid-19 Melalui Pendekatan Psikologi

Oleh : Farid Hasyim Susilo

Lensarakyat.id -Berhubungan dengan kajian studi Islam teori-teori psikologi digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala lahiriyah orang beragama. Yang termasuk gejala-gejala kejiwaan yang berkaitan dengan agama seperti sikap orang beriman dan bertakwa, orang yang berbuat baik, orang yang jujur dan sebagainya. Melalui teori-teori psikologi akan mudah diketahui tingkat keagamaan yang dihayati, dipahami dan diamalkan seseorang. Selain itu psikologi juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukan agama kedalam jiwa seseorang sesuai dengan tingkat usianya.

Kesadaran beragama adalah aspek mental dari aktivitas agama dan merupakan bagian segi agama yang hadir atau terasa dalam pikiran serta dapat diuji melalui intropeksi.Sedangkan pengalaman beragama adalah unsur perasaan dalam kesadaran agama yang membawa kepada keyakinan dan terlibat dalam tindakan maupun alamiah nyata dalam kehidupan beragama. Sedangkan hubungan agama terhadap kesehatan mental sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa, terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatu kekuasaan Yang Maha Tinggi.

Sikap tersebut akan memberikan sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul perasaan positif seperti rasa bahagia, puas, sukses, merasa dicintai, atau merasa aman. Sejarah kesehatan mental dapat dilihat bahwa pada awalnya orang yang berperan penting dalam memberikan terapi bagi orang yang mengalami gangguan mental adalah tokoh-tokoh agama. Namun dengan dengan berkembanganya ilmu pengetahuan medis dan psikologis, peranan tokoh agama mulai digeser oleh tokoh-tokoh yang berlatar belakang pendidikan ilmu pengetahuan modern. Bahkan ada suatu periode ketika dunia medis dan psikologis modern menolak secara frontal pendekatan religious, karena mereka menganggap bahwa wilayah ilmu pengetahuan bertolak belakang dengan wilayah keagamaan.

Namun dalam perkembangan terbaru menunjukkan adanya integrasi antara tradisi medis dan tradisi keagamaan dalam membahas masalah kesehatan mental. Selain itu peran agama bisa berhubungan dalam proses kesembuhan seseorang dari berbagai penyakit baik penyakit fisik maupun gangguan mental. Penelitian empiris membuktikan bahwa peranan agama sangat penting dalam proses kesembuhan, baik agama sebagai sebuah sikap hidup maupun berbagai ritual yang dilakukan. Misalnya dijelaskan bagaimana do’a yang diulangulang atau repetitive prayer ternyata membawa berbagai perubahan secara fisiologis antara lain berkurangnya kecepatan jantung menurunnya kecepatan napas, menurunnya tekanan darah, melambatnya gelombang otak dan pengurangan menyeluruh kecepatan metabolisme.Usaha   penanggulangan gangguan kesehatan rohani atau mental sebenarnya juga dapat dilakukan sejak dini oleh yang bersangkutan. Dengan mencari cara yang tepat untuk menyesuaikan diri dengan memilih norma-norma moral, maka gangguan mental akan terselesaikan. Dalam konteks ini terlihat hubungan agama sebagai terapi kesehatan mental. Sebab, nilai nilai luhur termuat dalam ajaran agama bagaimanapun juga dapat digunakan untuk penyesuaian dan pengendalian diri, hingga terhindar dari konflik batin.  Termasuk juga psikoterapi berbasis religious salah satu konsep psikoterapi dalam perspektif agama Islam. Terapi religious ini bisa digunakan dalam penyembuhan kecanduan narkoba sebagaimana yang dilakukan di pondok pesantren.

Setiap agama mempunyai ajaran yang dapat digali sebagai konsep psikoterapi. Hal ini mengingat bahwa dalam sejarahnya psikoterapi dilaksanakan oleh tokoh agama. Di era modern saat ini perlu adanya integrasi antara konsep psikoterapi berbasis psikologi barat dan psikoterapi yang berbasis agama dan religious. Pendekatan psikologis dalam studi Islam mempunyai ruang lingkup yang meliputi beragam emosi yang menyertai kehidupan beragama seseorang, perasaaan dan pengalaman individual terhadap Tuhannya, penghayatan seseorang terhadap ayat-ayat suci, sikap dan tingkah laku dalam kehidupan seseorang terhadap kepercayaan agamanya.

Termasuk pola perumusan psikologi dengan bertitik tolak dari Al-Qur’an dan Hadis, khazanah keislaman serta Islam dijadikan pisau analisis bagi pengkajian psikologi dan sebaliknya psikologi dijadikan pisau analisis dalam memecahkan persoalan-persoalan psikologi umat islam yang bisa dikatakan lebih kompleks dan perlu penanganan khusus seperti yang terjadi pada saat ini yaitu masih dalam kondisi masa pandemi covid-19 yang mengharuskan dirumah saja, sehingga perlu adanya dukungan psikologi agar dapat membangkitkan semangat untuk menjalani kehidupan dan agar lebih optimis lagi.

Sumber Gambar: Rencanamu

Pilihan Lain

Leave a Comment