Mei 17, 2021
Ide dalam Tulisan

Menuangkan Ide dalam Tulisan | Membangun Benang Merah Ide

Setiap tulisan pasti dimulai lebih dulu dengan gagasan atau ide. Ide ini pada mulanya hanyalah sebuah konsep ringkas yang ada dalam pikiran kita. Penulis yang baik akan berusaha agar ide utama sebuah tulisannya secara keseluruhan ditampilkan dalam latar belakang dalam suatu rangkaian kalimat yang ringkas. Peletakan ide pada bagian pembuka sebuah buku akan membantu pembacanya untuk lebih focus dan memahami skenario besar dari sebuah buku yang dibacanya.

Penentuan ide awal sebuah tulisan sebaiknya sedapat mungkin terhindar dari pengulangan ide orang lain. Untuk mewujudkan hal ini, maka sebaiknya penulis banyak mengkaji berbagai referensi dari berbagai literature dan sering melakukan browsing di internet.

Pada prinsipnya, penulis sebaiknya tidak melupakan bahwa dalam buku yang ditulisnya harus dapat dibedakan secara jelas mengenai bagian pembuka, isi, dan penutup. Perhatian penulis terhadap bagian-bagain penting dari batang tubuh sebuah buku akan sangat membantunya menulis sebuah buku yang sistematis.

Meskipun bagian utama setiap karya tulis dapat dibedakan ke dalam tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup, namun dalam sistematika bab boleh dan sah saja jika sebuah buku ditulis dalam banyak bab. Hanya, penulis harus benar-benar mampu membedakan mengenai babbab mana saja yang merupakan bab pembuka dan babbab mana saja yang merupakan isi, serta bab-bab mana saja yang merupakan bab penutup.

Keberhasilan penyampaian sebuah ide dari sebuah buku kepada pembacanya sangat ditentukan oleh bagaimana ide-ide pokok berhasil ditekankan pada bab-bab awal. Pada bab-bab awal tersebut pembaca juga harus bias dibawa oleh penulis untuk memahami ide-idenya dan mengapa ide-idenya menjadi sangat penting untuk dibahas.

Apabila pembaca sudah menyadari betapa pentingnya ide-ide sang penulis untuk dibahas, maka pembaca selanjutnya dapat dibawa ke bagian isi. Bagian isi ini merupakan tempat pemaparan total seluruh ide penulis. Apabila pada bagian pembuka pembaca benar-benar sepakat tentang betapa penting atau menariknya membahas ideide sang penulis, maka tentunya pada bagian isi ini pembaca lebih mudah memahami dan mengkntisi ide sang penulis.

Pada bagian penutup, ide-ide tersebut dirangkai menjadi suatu pembahasan hingga kesimpulan secara ringkas dan menyeluruh. Pada bagian penutup ini harus diusahakan agar pembaca benar-benar mampu menarik benang merah dari pembuka, isi, hingga penutup. Diksi atau pemilihan kata harus jitu. Kata-kata yang dipilih pada bagian penutup harus membentuk rangkaian kalimat yang mencerminkan intisari dari keseluruhan naskah yang kita susun. Oleh karena itu, pada bagian penutup ini harus terdapat kesimpulan yang merupakan kalimat ringkas sebagai intisari seluruh pemaparan dari latar belakang hingga isi..

Hal yang harus disadari oleh penulis adalah jangan beranggapan bahwa semua idenya masih relevan ketika sudah sampai pada kesimpulan. Memang terkadang pada bagian pokok kita terlalu mengobral banyak ide-ide kita. Namun penulis harus mampu membedakan antara ide yang relevan ditekankan hingga akhir tulisan dan ide yang tidak relevan dibahjas hingga akhir tulisan. Proses pemilahan ide mana yang menjadi benang merah dan ide mana yang bukan benang merah dari sebuah tulisan harus dikuasai oleh penulis.

Harus juga disadari oleh penulis agar dirinya menguatkan komitmen untuk tidak terlalu sering mengulangulang satu ide dalam kalimat dan bagian atau alinea yang berbeda-beda dalam satu naskah. Naskah menjadi gemuk, namun sebenarnya menjadi tidak lagi efisien.

Sumber: Buku Kiat Sukses Menjadi Penulis

Sumber Gambar: Unplash

Pilihan Lain

Leave a Comment