Mei 16, 2021
baju

Puisi Muhammad Cholis | Engkau Datang Memakai Baju Kenangan

Engkau Datang Memakai Baju Kenangan

 

Di sebuah malam

sepi menyimpan debar

bau tubuhmu tercium sangat

“kita sama-sama merindukan pulang

tanpa harus ada yang diulang”

bisikmu

 

Cantikku,

jalan paling panjang

adalah menapaki jalan ingatan

lalu, di dalam rindu

dari apa engkau diciptakan?

 

Aku kembali menulis cerita

di sebuah buku yang katamu

akan selamat dari titik dan koma

 

Ayla yang cantik,

engkau datang memakai baju kenangan

dan aku memakai baju kematian

 

Pantai Krakal, 2021

 

 

Sepanjang Jalan

 

Bermula dari suara yang entah

suara yang melagukan kota yang amat lelah

 

Di sepanjang jalan

lampu-lampu memilih mengamini malam

membaca setiap mata pengamen

yang kerap memainkan instrumen

paling menyedihkan

barangkali tangisan adalah perayaan

dari diri yang merindukan mimpi

 

Malioboro, 2021

 

Baca juga:

Puisi Daruz Armedian | Ketika Kita Telanjang

Puisi-Puisi Astrajingga Asmasubrata | Seseorang di Sebelah Kiri

 

Di Sepertiga Malam

 

Adalah beristirahat di hari yang sehat

di sebrang malam

sehabis menemui Tuhan

 

Aku berdiri di batas sunyi sebelum sepi

bulan tampak memotret kota

yang khusuk menidurkan mimpi

waktu hanya menyisahkan dingin

mengisahkan segala ingin

 

Garawiksa, 2021

 

 

Hari Sakit

 

Dalam diam

suara menggelagar menukik langit

lalu jatuh dan menggema dalam dada

serupa perdebatan angin di lautan

 

Kekasih,

dengan apakah kan kulukis kasihmu

sedang seluruhnya sujud padamu

 

LehaLeha, 2021

 

ilustrasi: google

Pilihan Lain

Leave a Comment