BONDOWOSO | Lensarakyat.id – Untuk memastikan keamanan dan kualitas pangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan Pelatihan Higiene Sanitasi Makanan bagi para Karyawan penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh Curahdami 03, Desa Penambangan.
Pelatihan yang digelar di SPPG yang sudah mulai beroperasi ini, bertujuan membekali para pengelola dengan pengetahuan manajemen pengolahan makanan yang higienis guna mencegah kontaminasi dan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.

Pelatihan ini menurut Haris, merupakan langkah antisipatif yang krusial. “Pelatihan penjamah makanan ini penting untuk membekali para Karyawan SPPG sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai. Tujuannya agar makanan yang disajikan aman, sehat, dan terbebas dari cemaran yang dapat membahayakan penerima manfaat,” ujar salah seorang narasumber dari Dinkes Bondowoso, menegaskan komitmen untuk mencegah terjadinya KLB keracunan makanan.
Para peserta yang terdiri dari Karyawan SPPG mendapatkan materi pelatihan yang komprehensif. Materi tersebut dirancang untuk mencakup seluruh rantai pengolahan makanan, mulai dari awal hingga akhir:
Sementara itu, Peserta dikenalkan dengan berbagai jenis cemaran fisik, biologi, dan kimia yang dapat mengontaminasi makanan, serta cara pencegahannya dan tahapan Proses Pengolahan Pangan yang Higienis.
Pelatihan ini menurut Owner SPPG Curahpoh Curahdami 03, Martha Suprihastini, yakni menekankan pada praktik terstandar, mulai dari pemilihan bahan baku yang layak, teknik penyimpanan yang tepat, proses pengolahan yang sanitair, hingga metode penyajian yang aman.
“Prinsip Higiene Perorangan dan Kebersihan Lingkungan ini mencakup pentingnya kebersihan diri dalam penjamah makanan, seperti mencuci tangan yang benar, serta sanitasi lingkungan dapur,”tukasnya.
Dan dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG Curahpoh Curahdami dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara maksimal. “Langkah ini tidak hanya memastikan keamanan pangan, tetapi juga turut serta dalam membangun fondasi generasi muda Bondowoso yang lebih sehat, cerdas, dan terbebas dari risiko gizi buruk.” Imbuh Martha.







