Daerah  

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Bondowoso Salurkan Bantuan Sembako ke 10 Keluarga Desil 1 di Desa Trebungan

Bondowoso | Lensarakyat.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memperkuat komitmennya dalam penanganan kemiskinan ekstrem dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada sepuluh keluarga miskin yang masuk dalam kategori Desil 1, di Desa Trebungan Kec. Taman Krocok kamis (05/02/2026).

Bantuan ini merupakan langkah konkret dari strategi jangka panjang Pemkab Bondowoso yang menargetkan rumah tangga pada lapisan terendah kesejahteraan.

Bupati Bondowoso melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Wawan Setiawan mengatakan dsesil 1 ini merujuk pada kelompok 10% rumah tangga dengan kondisi kesejahteraan terendah atau kemiskinan ekstrem. Kriteria utamanya adalah pengeluaran per kapita per bulan di bawah Rp 500.000. Keluarga penerima manfaat dipilih melalui proses verifikasi dan validasi (verval) data yang ketat berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso dan Forkopimda Kawal Penyaluran Bantuan Beras di Desa Silolembu

Penyaluran bantuan diberikan secara langsung oleh perwakilan Dinas Sosial di kediaman para penerima. Setiap paket sembako berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan mie instan, yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan harian.

“Ini adalah bentuk perhatian dan upaya nyata pemerintah untuk menyentuh langsung warga yang paling membutuhkan. Sasaran kita jelas, yaitu rumah tangga Desil 1 yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Bantuan ini sekaligus menjadi langkah awal pendampingan berkelanjutan,” ujar Wawan Setiawan.

Komitmen Pemkab Bondowoso sejalan dengan target nasional untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Penyaluran bantuan ini tidak hanya bersifat karitatif, tetapi merupakan bagian dari intervensi terpadu yang meliputi program pemberdayaan ekonomi, akses kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial dasar lainnya.

BACA JUGA :
Bansos Sembako Kapolsek Tegalampel untuk Senyum Santri AL-Kholam Desa Tanggulangin

“Kami tidak berhenti pada bantuan sembako. Ke depan, seluruh penerima bantuan akan masuk dalam program intervensi spesifik sesuai kondisi dan kebutuhannya, seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, atau percepatan akses program keluarga harapan,” tambahnya.

Camat Taman Krocok, Edy Mulyono, S. Sos. M.M., menegaskan kalau Pemkab Bondowoso menargetkan agar pada tahun 2026 tidak ada lagi warga yang hidup dalam kategori kemiskinan ekstrem. “Upaya kolaboratif bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, dan masyarakat terus digencarkan untuk memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan berkelanjutan,”tukas Camat Edy.

BACA JUGA :
Wujud Kepedulian Sosial, Polres Lumajang Beri Kasur dan Sembako untuk Lansia Sebatang Kara

Sementara itu, Kades Trebungan, Jamin Hermanto, menegaskan kalau indikator dari para penerima manfaat yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang memiliki beberapa tujuan strategis utama menghapus kemiskinan ektrem hingga 0%.

“Data Susenas digunakan untuk memantau efektivitas program bantuan sosial (bansos), seperti PKH, sembako, dan PBI, agar tepat sasaran dan membantu pemerintah melakukan relokasi bantuan kepada kelompok yang paling membutuhkan,”tuturnya.

Tujuan utama pemerintah, menurut Kades Trebungan yang sekaligus pemilik Media Lensarakyat.id ini adalah menghapus kemiskinan ekstrem mendekati 0% lebih cepat dari target SDGs 2030, yaitu ditargetkan tercapai pada 2026 atau sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *