Berita  

Virus Tahunan Menjelang Idul Fitri: Gas LPG 3 Kg di Bondowoso Kembali Langka, Harga Tembus Rp25.000

Bondowoso| Lensarakyat.id – Fenomena kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau yang akrab disapa gas melon kembali terjadi di Kabupaten Bondowoso saat bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1447 H. Sejumlah pangkalan dan pengecer kehabisan stok, memicu antrean panjang warga yang terekam video dan viral di media sosial .

Kelangkaan yang terjadi pada pertengahan Maret 2026 ini membuat warga kewalahan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Ayu Agustina, warga Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, mengaku sudah lima hari kesulitan mencari gas melon. Toko kelontong dan warung di sekitar rumahnya juga mengalami kekosongan stok.

“Sulitnya sejak 5 hari lalu. Jadi untuk mengantisipasi kekurangan LPG, kami sekeluarga harus ekstra hemat,” ujarnya, minggu (15/03/2026) .

BACA JUGA :
Polres Pasuruan Bongkar Praktik Licik Penyalahgunaan LPG Subsidi: Gas 3 Kg Dipindah ke Tabung 12 Kg dengan Es Batu dan Air Panas

Situasi semakin memprihatinkan di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Taman Krocok dan Tegalampel, harga gas LPG 3 kilogram dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp25.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Keluhan senada disampaikan warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku heran dengan cepat habisnya pasokan gas di pangkalan dekat rumahnya.

BACA JUGA :
Polres Pasuruan Bongkar Praktik Licik Penyalahgunaan LPG Subsidi: Gas 3 Kg Dipindah ke Tabung 12 Kg dengan Es Batu dan Air Panas

“Baru lima menit agen kirim ke pangkalan, gas tersebut sudah habis. Padahal saya nggak lihat ada yang beli. Ini yang bikin kami curiga, jangan-jangan ditimbun atau langsung dijual ke pengecer dengan harga mahal,” keluhnya dengan nada kesal.

Sebelumnya pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Diskoperindag sendiri mengklaim telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan stok aman dan bahkan mengusulkan penambahan kuota fakultatif guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri . Namun, kejadian di lapangan seperti yang disaksikan Hasan menunjukkan bahwa kelancaran distribusi dari agen ke pangkalan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

BACA JUGA :
Polres Pasuruan Bongkar Praktik Licik Penyalahgunaan LPG Subsidi: Gas 3 Kg Dipindah ke Tabung 12 Kg dengan Es Batu dan Air Panas

Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan sidak mendadak ke agen dan pangkalan. “Jangan sampai rakyat kecil terus menjadi korban permainan oknum setiap tahunnya. Kalau perlu, timbang gas yang baru saja sampai itu, jangan cuma dilihat,” pungkasnya.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *