Bondowoso| Lensarakyat.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah terus menunjukkan dampak nyata di berbagai wilayah. Tak hanya menyasar siswa sekolah dasar, kali ini giliran para remaja di tingkat menengah pertama yang merasakan manfaatnya. Salah satunya adalah siswa-siswi SMP IT Bina Insan Cemerlang, Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Pada jum’at pagi (10/04/2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh menyalurkan ratusan paket makanan bergizi ke sekolah tersebut. Kehadiran petugas SPPG bersama Babinsa Peabangan, Serka Narto, disambut antusias oleh para siswa yang sejak pagi sudah berkumpul di sekolah, menunggu waktu pembagian.
“Alhamdulillah, hari ini anak-anak kami di SMP juga kebagian. Tadinya banyak yang mengira program ini hanya untuk SD. Ternyata perhatian pemerintah merata sampai ke jenjang SMP,” ujar Kepala Sekolah SMP IT Bina Insan Cemerlang.
Menu yang disajikan pada hari pertama untuk siswa SMP cukup lengkap. Dalam satu empreng makanan terdapat nasi putih hangat, lauk ayam kecap, tumis sayur buncis wortel, tahu bacem, serta satu buah jeruk segar dan susu kotak. Kandungan gizi dihitung secara presisi oleh ahli gizi SPPG Curahpoh untuk memenuhi kebutuhan energi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S. Pd., menjelaskan bahwa pelayanan kepada SMP IT Bina Insan Cemerlang merupakan perluasan zona jangkauan.
“Kami tidak membatasi jenjang pendidikan. Yang terpenting adalah status sekolah dan lokasinya masuk dalam wilayah layanan kami. SMP IT Bina Insan Cemerlang memenuhi kriteria, sehingga mereka kami masukkan jadwal secara rutin. Hari ini kami siapkan 215 porsi khusus untuk siswa dan guru,” jelas Nurholis.
Salah satu siswa kelas VIII, Ahmad Zaki, mengaku sangat senang. “Biasanya jajan sembarangan, sekarang dapat makanan sehat dan bersih. Enak, apalagi ayam kecapnya manis gurih. Semoga program ini terus berjalan,” ucapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, pihak SPPG juga melibatkan kader-kader pangan lokal dalam proses memasak dan mengemas makanan. Hal ini sekaligus menjadi program pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
Dengan meluasnya jangkauan MBG hingga ke jenjang SMP, diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang datang ke kelas dengan perut kosong. Program ini menjadi bukti kolaborasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berprestasi.







