BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Suasana haru dan syukur menyelimuti Pendopo Kelurahan Blindungan, Kec. Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, saat sebanyak 525 Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan Beras Bantuan Pangan (Bapang) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, jum’at (17/4/2026). Program strategis nasional ini menjadi oase di tengah tekanan ekonomi pasca-Lebaran yang masih membayangi masyarakat prasejahtera.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Lurah Blindungan Dwi Rachman.A. S. Sos., didampingi perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso. Babinsa, Serka Amran dan Bhabinatibmas Kel. Blindungan. Setiap KK penerima manfaat mendapatkan jatah 10 kilogram beras medium per bulan dan 2 liter minyak goreng yang disalurkan secara bertahap selama semester pertama bulan Februari dan Maret tahun 2026.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Apalagi anak-anak baru saja masuk sekolah, kebutuhan serba mendesak,” ujar Wan (62), salah satu penerima manfaat asal RT 09 RW 03, dengan mata berbinar sembari memangku karung beras putih.
Kepala Badan Pangan Nasional dalam sambutannya yang dibacakan secara daring menegaskan bahwa program Bapang 2026 menyasar 18,7 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Bondowoso menjadi salah satu prioritas karena tingkat kerawanan pangannya yang masih tercatat tinggi berdasarkan data SKPG (Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi).
Camat Bondowoso, Suhaji, S. Sos. M.M., mengapresiasi ketepatan sasaran program ini. “Data penerima sudah terintegrasi dengan DTKS dan sistem P3KE, sehingga tidak ada lagi keluhan tentang penerima yang tidak tepat. Semua 525 KK di Blindungan ini benar-benar warga yang sangat membutuhkan,” jelasnya di sela-sela acara.
Bantuan Bapang ini berbeda dengan bantuan pangan reguler karena beras berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog. Kualitas beras dijamin standar dan layak konsumsi, dengan sistem distribusi yang diawasi langsung aparat penegak hukum untuk mencegah penyimpangan.
Para penerima tampak tertib mengantre untuk melakukan verifikasi data melalui perangkat e-KTP dan sidik jari. Petugas dari Dinas Sosial dan Bulog turut memantau jalannya distribusi yang berlangsung hingga sore hari.
Lurah Blindungan, Dwi Rachman A. S. Sos., berharap bantuan ini bisa mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok. “Kami juga mengimbangi dengan program ketahanan pangan berbasis pekarangan. Jadi, warga tidak sekadar menerima beras, tapi juga diajari menanam pangan sendiri,” ungkapnya.
Program Bapang 2026 direncanakan berlangsung hingga Desember mendatang, dengan evaluasi berkala setiap dua bulan. Pemerintah pusat pun mengingatkan bahwa bantuan ini bersifat sementara dan akan terus dikaji ulang berdasarkan dinamika harga pangan dan kondisi ekonomi nasional.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan kendala berarti dalam proses distribusi di Kelurahan Blindungan. Warga berharap program serupa tetap berlanjut, mengingat ketergantungan terhadap beras sebagai komoditas strategis masih sangat tinggi di wilayah Tapal Kuda ini.
.







