Bondowoso| Lensarakyat.id – Masa ujian akhir seringkali menjadi momen yang melelahkan bagi para pelajar. Padatnya jadwal belajar dan tekanan mental kerap menurunkan daya tahan tubuh. Menyadari hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh bergerak cepat. Mereka menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu khusus gizi seimbang kepada para siswa pasca-ujian, Senin (09/06).
Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S. Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk mengisi perut, tetapi juga untuk memulihkan kondisi fisik anak-anak usai ujian.
“Kami memahami bahwa setelah ujian, imunitas anak seringkali turun karena kelelahan dan kurang tidur. Makanya, menu hari ini kami fokuskan pada makanan yang kaya vitamin dan protein. Bukan sekadar kenyang, tapi juga memulihkan,” ujar Nurholis saat ditemui di lokasi dapur SPPG.
Menu yang disalurkan pun beragam. Nasi putih hangat dipadukan dengan lauk ayam bumbu kunyit, tumis sayur brokoli wortel, serta buah jeruk manis sebagai penambah vitamin C. Porsi karbohidrat, protein, serat, dan vitamin dihitung secara presisi agar sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah dasar.
Owner SPPG Curahpoh, Martha Suprihastini, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadikan program ini sebagai benteng kesehatan generasi muda. Menurutnya, masa transisi pasca-ujian adalah waktu krusial sebelum anak-anak memasuki masa liburan panjang.
“Kami ingin anak-anak pulang dengan perut kenyang dan tubuh sehat. Jika imunitas mereka baik, mereka bisa beristirahat dengan nyaman dan siap menyambut kenaikan kelas dengan semangat baru. SPPG Curahpoh hadir untuk menjadi ‘orang tua kedua’ bagi gizi mereka,” tutur Martha dengan penuh optimisme.
Salah satu penerima manfaat, Riris, salah sat siswa SDN Penambangan 01, mengaku senang. Setelah berhari-hari tegang mengerjakan soal ujian, ia merasa segar kembali.
“Wah, enak banget masakannya, Pak. Ayamnya gurih, sayurn juga seger. Rasanya capek habis ujian jadi ilang. Makasih ya, kakak-kakak SPPG!” ujar Riris dengan ceria sambil menghabiskan jeruknya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemenuhan gizi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus mengalir hingga ke masa-masa kritis anak, memastikan mereka tetap sehat, kuat, dan bahagia.
Tim Liputan : SPPG Curahdami Curahpoh








