Bondowoso| Lensarakyat.id – Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai memenuhi ruangan Macau Cafe & Biliar, Minggu (14/6/2026) malam. Puluhan mata tertuju pada satu titik: meja hijau terakhir yang menjadi saksi bisu pertarungan sengit para pecinta olahraga akurasi ini. Turnamen Biliar Kapolres Cup Bondowoso 2026 resmi berakhir, tetapi semangat yang ditinggalkan terasa akan terus membara.
Penutupan turnamen yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 itu berlangsung khidmat namun penuh euforia. Selama sepekan penuh (8–14 Juni 2026), lebih dari puluhan atlet dari berbagai daerah unjuk gigi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kotakulon. Namun, ada misi besar di balik setiap bidikan bola: mencari bibit unggul asli Bondowoso.
Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, dalam sambutan penutupannya tak sekadar melepas turnamen. Ia menyampaikan visi jangka panjang.
“Kapolres Cup ini bukan hanya trofi. Ini panggung bagi anak-anak muda Bondowoso untuk menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing. Kami ingin melahirkan atlet berprestasi yang menjunjung sportivitas, disiplin, dan kebersamaan,” tegas Aryo di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Ia menambahkan, Polres Bondowoso akan terus membuka ruang kolaborasi dengan Pemkab dan komunitas biliar. “Kegiatan positif seperti ini harus berkelanjutan. Biliar adalah olahraga presisi, sama seperti tugas Polri. Mari kita asah prestasi, jauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” imbuhnya.
Penutupan turnamen itu juga menjadi bukti solidnya sinergi Forkopimda Bondowoso. Hadir mendampingi Kapolres, antara lain Asisten I Pemkab Bondowoso Solikhin, Dandim 0822 Letkol Inf Prawito, Kajari Dr. David P. Duarsa, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, serta Ketua Umum KONI Bondowoso Adi Sutrisno. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa olahraga biliar kini mendapat tempat serius di peta prestasi daerah.
Dandim 0822 Letkol Inf Prawito pun memberikan apresiasi tinggi. “Turnamen ini luar biasa. Bukan hanya kompetisi, tetapi wadah pembinaan atlet muda. Saya optimistis, suatu saat nanti, atlet biliar asal Bondowoso akan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” ujara penuh harap.
Suasana malam itu terasa hangat dan penuh kebanggaan. Para peserta saling berjabat tangan, panitia menarik napas lega, dan para penonton pulang dengan cerita baru. Kapolres Cup 2026 telah usai, tetapi gema “Bondowoso Bisa” di dunia biliar baru saja dimulai.
Turnamen ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang tak hanya meramaikan peringatan Bhayangkara, tetapi juga menjadi lokomotif prestasi olahraga daerah.
Tim Liputan : HUT Bhayangkara 80. Editor : Redaksi








