BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Langit malam di sepanjang jalan PB. Sudirman Bondowoso, mendadak berubah menjadi kanvas berkilauan. Alih-alih sunyi, jalanan panjang itu dipenuhi derap langkah kecil dan gemerincing tawa riang. Puluhan siswa tampak berarak dengan pancaran cahaya lampion warna-warni di tangan, memecah gelapnya malam dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah.
Pawai yang berlangsung selasa (16/6) malam itu bukan sekadar barisan panjang lentera. Lebih dari itu, ia menjelma menjadi pentas kreativitas dan religiusitas yang memukau. Dengan balutan pakaian muslimah yang rapi, seragam putih dan kerudung putih bagi siswi perempuan, serta kopiah hitam manis bagi siswa laki-laki, mereka mengarak lampion dengan bangga. Bentuknya pun beragam dan sarat makna; ada yang membuat miniatur Kabah mungil, ada yang terampil meniru kubah masjid, dan tak sedikit yang menghias lentera mereka dengan untaian kaligrafi Asmaul Husna yang indah.

Di balik kemeriahan itu, Kepala Sekolah SDN Blindungan 01, Sri Hadiningsih, S.Pd.I., tersenyum puas menyaksikan anak-anak didiknya. Baginya, malam itu adalah ruang belajar yang istimewa. Ia ingin menanamkan bahwa perayaan tahun baru Islam tak melulu soal euforia, melainkan refleksi mendalam tentang perjalanan Rasulullah.
“Lihatlah cahaya lampion yang kita bawa—itu adalah simbol semangat hijrah,” ujar Sri Hadiningsih dengan mata berbinar. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa setiap langkah kecil mereka di malam ini adalah langkah menuju kehidupan yang lebih baik. Kami tidak hanya merayakan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling mencintai dan mempererat silaturahmi di antara mereka.”
Lebih dari seremonial, pawai ini menjadi upaya strategis sekolah dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan di tengah gempuran budaya asing. Lampion-lampion yang berkelap-kelip dalam gelapnya malam dimaknai sebagai simbol harapan dan doa kolektif, sebuah keyakinan bahwa tahun yang akan datang akan dipenuhi keberkahan.
Momen 1 Muharram 1448 H yang jatuh di pertengahan Juni 2026 ini menjadikan SDN Blindungan 01 sebagai duta kecil yang membawa pesan kedamaian. Dengan mengusung tema kebersamaan dan keberagaman, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter berbasis cinta tanah air serta nilai-nilai spiritual dapat ditanamkan sedini mungkin melalui kegiatan yang menyenangkan. Di ujung jalan, lambaian lampion pun semakin menjauh, namun cahaya semangat hijrah itu tampak abadi membara di hati para siswa.
Tim Liputan : Festival Muharram 1448 H








