Bondowoso| Lensarakyat.id – Memasuki masa libur sekolah yang berlangsung dari 22 Juni hingga 13 Juli 2026, operasional distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan ini dimanfaatkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh, Bondowoso, yang berlokasi di Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, untuk melakukan audit menyeluruh, perbaikan fasilitas, serta sterilisasi peralatan makan secara massal.
Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, sebelumnya menyatakan bahwa penghentian distribusi ini bertujuan untuk standarisasi tata kelola operasional dan efisiensi sumber daya. “Kami ingin melakukan tata kelola kembali dan penataan kembali, sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini untuk perbaikan pengelolaan program MBG,” ujarnya tertulis.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S.Pd., bersama Asisten Lapangan, Nia Ayu Ferdhila, memimpin langsung serangkaian langkah strategis pembersihan dan perawatan ompreng (kotak makan) agar tetap higienis saat digunakan kembali pasca-libur.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:
Pencucian Awal: Seluruh ompreng dibersihkan dari sisa makanan dan dibilas menggunakan air mengalir. Pencucian dilakukan dengan sabun khusus food-grade untuk memastikan minyak, noda, dan kotoran terangkat maksimal.
Sanitasi Air Panas: Setelah pencucian, ompreng direndam dalam air bersuhu tinggi guna membantu membunuh kuman dan bakteri. Proses ini dilakukan untuk memastikan sterilitas peralatan sebelum digunakan kembali.
Pengeringan Sempurna: Ompreng yang telah disanitasi kemudian dikeringkan menggunakan oven atau rak pengering bersirkulasi udara baik. Langkah ini penting untuk mencegah perkembangbiakan jamur yang dapat membahayakan kesehatan.
Penyimpanan Kedap Debu: Setelah benar-benar kering dan steril, ompreng disimpan di dalam lemari tertutup atau wadah khusus yang terlindung dari debu dan serangga, sehingga kebersihannya tetap terjaga hingga masa distribusi dimulai kembali.
Audit Menyeluruh: Waktu libur juga dimanfaatkan untuk memeriksa kualitas ompreng dari kerusakan atau korosi, serta mengevaluasi ulang kebersihan area dapur SPPG secara berkala.
Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh jajaran SPPG berkomitmen memanfaatkan masa jeda ini dengan maksimal. “Kami ingin memastikan bahwa ketika layanan MBG kembali beroperasi, seluruh peralatan dan fasilitas dalam kondisi prima dan higienis. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada penerima manfaat,” ujarnya rabu (01/07/2026).
Asisten Lapangan SPPG Curahpoh, Nia Ayu Ferdhila, menambahkan bahwa perawatan rutin seperti ini sebenarnya telah dijadwalkan, namun libur sekolah memberikan waktu yang lebih longgar untuk melakukan pembersihan menyeluruh. “Kami tidak ingin menyia-nyiakan momen ini. Semua petugas dikerahkan untuk memastikan tidak ada satu pun ompreng yang terlewat dari proses sterilisasi,” jelasnya.
Dengan adanya penataan dan perbaikan pengelolaan selama masa libur sekolah, diharapkan program MBG ke depan dapat berjalan semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran. Setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung, layanan MBG akan dioperasikan kembali sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Tim Liputan : SPPG Kabupaten Bondowosò








