Bondowoso| Lensarakyat.id – Suasana akrab dan penuh kehangatan menyelimuti Markas Koramil Taman Krocok pada Selasa siang (14/7). Di tengah rutinitas dinas yang padat, Kapolsek Taman Krocok, Iptu Agus Hariadi, S.H., bersama jajarannya meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Danposramil Taman Krocok, Peltu Akmujo. Namun, kunjungan ini bukan sekadar seremonial basa-basi. Di balik jabat tangan dan senyum renggang, ada agenda besar yang dibahas: bagaimana menjaga denyut nadi keamanan di Kecamatan Taman Krokok tetap stabil di tengah meningkatnya dinamika sosial menjelang tahun politik.
Duduk berdampingan di ruang tamu koramil yang sederhana, kedua pimpinan ini terlihat cair namun serius. Mereka membedah peta kerawanan wilayah, mulai dari potensi kebakaran lahan akibat musim kemarau yang mulai terasa, hingga kesiapan pengamanan tahapan Pilkada serentak yang kian mendekat. Tampak hadir pula para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang menjadi ujung tombak interaksi dengan warga, turut menyimak setiap arahan yang diberikan.

“TNI dan Polri adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan,” tegas Iptu Agus Hariadi dengan nada mantap di sela-sela dialog. Ia mengaku sengaja mengambil pendekatan personal untuk memastikan bahwa koordinasi di lapangan berjalan tanpa hambatan birokrasi. “Kami datang ke sini bukan untuk menggugurkan tugas, tapi untuk menyamakan frekuensi. Jika pola pikir pimpinan sudah satu, maka gerakan di bawah akan otomatis seirama. Kami ingin rakyat merasakan kehadiran negara yang humanis dan responsif. Dengan sinergi yang erat, setiap potensi gangguan kamtibmas bisa kita deteksi sejak dini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar koordinasi taktis, momen itu juga menjadi ajang curhat antar pimpinan. Iptu Agus mengakui bahwa tekanan tugas di wilayah yang dinamis sering kali membutuhkan ruang untuk saling menguatkan secara moral. “Saya dan Pak Peltu ini sudah sering berbagi cerita, bahkan tentang keluhan warga di desa-desa. Kita tidak boleh kaku. Polisi dan militer harus cair, tapi tetap profesional. Inilah yang saya sebut sebagai penguatan solidaritas struktural dan emosional,” imbuhnya.
Sambutan hangat langsung dilontarkan oleh Danposramil Peltu Akmujo. Ia menilai komunikasi semacam ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan perdamaian. “Kami sudah seperti saudara. Jika Polsek dan Koramil kompak, maka warga akan merasa nyaman. Ini adalah modal besar untuk menciptakan kondusivitas,” ujar Peltu Akmujo penuh semangat. Ia menekankan bahwa kolaborasi tidak boleh berhenti di tingkat pimpinan, melainkan harus turun hingga ke interaksi Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat di lapangan.
Mengakhiri pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, kedua institusi sepakat untuk mengintensifkan program kolaboratif. Beberapa di antaranya adalah patroli terpadu di titik rawan dan pendampingan ketahanan pangan di desa-desa binaan. Sebuah komitmen sederhana yang diyakini akan menjadi perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dengan eratnya jalinan solidaritas yang terus dipupuk, Taman Krocok diharapkan tak hanya aman dari gangguan, tetapi juga subur dengan kedamaian. Sebab, ketika aparat bersatu, rakyat pun akan tenang berpesta demokrasi.
Tim Liputan: Humas Polres Bondowoso








