BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) intensif ke sejumlah kantor kecamatan masing-masing Dapil. Fokus utama kunker kali ini adalah evaluasi PBB, Program PTSL dan mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).
Dalam dialog dengan para Camat se Dapil V, Komisi 1 yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Mereka juga menyampaikan gagasan strategis dan menekankan pentingnya pemanfaatan aset dan fasilitas milik pemerintah daerah, seperti tanah kosong atau gedung tidak terpakai, untuk operasional dan pengembangan KDKMP tanpa dikenakan biaya ganti rugi.

“Koperasi Desa Merah Putih adalah sokoguru ekonomi di tingkat desa. Untuk memperkuatnya, kita perlu memangkas hambatan, terutama terkait lahan dan tempat usaha. Aset pemerintah yang mangkrak harus dialihfungsikan untuk kemaslahatan bersama. Skema tanpa ganti rugi ini merupakan komitmen politik kami untuk mendukung kedaulatan ekonomi desa,” papar Ketua Komisi 1 DPRD Bondowoso, Setyo Budi selasa (13/01/2026). di Pendopo Kec. Tegalampel.
Kebijakan tanpa ganti rugi ini diyakini dapat menjadi stimulus besar bagi bangkitnya KDKMP. Dengan tidak adanya beban biaya sewa atau ganti rugi lahan, modal koperasi dapat dialihkan secara maksimal untuk peningkatan modal kerja, pembelian alat produksi, pelatihan anggota, dan inovasi usaha.
“Dengan skema ini, Koperasi Desa Merah Putih bisa segera ‘jalan’ tanpa terbebani biaya awal yang tinggi. Ini tentang efisiensi anggaran dan kecepatan aksi. Aset negara akhirnya kembali langsung untuk memakmurkan rakyat,” tuturnya.
Sinergi antara fungsi pengawasan DPRD dan eksekusi Pemerintah Daerah ini diharapkan dapat segera direalisasikan dalam peraturan atau kebijakan teknis. Gagasan ini dianggap sebagai langkah nyata mengakselerasi pemberdayaan ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pelosok Bondowoso.
“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih merupakan program prioritas untuk menggerakkan ekonomi dari tingkat tapak akar rumput, menguatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan mengurangi kesenjangan melalui semangat gotong royong dan kekeluargaan koperasi.”imbuhnya.







