Bondowoso| Lensarakyat.id – Dalam upaya meningkatkan koordinasi dan kualitas layanan gizi bagi anak sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh Curahdami 03, yang dikelola Yayasan Satu Hati Peduli Umat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Curahdami dan Penanggung Jawab (PIC) satuan pendidikan di lingkungan SPPG setempat, Sabtu (30/01/2026).
Rakor yang digelar di kantor SPPG tersebut membahas optimalisasi distribusi, keamanan pangan, serta sosialisasi pentingnya konsumsi makanan bergizi yang aman bagi ratusan siswa penerima manfaat.

Dalam paparannya, Kepala SPPG Curahpoh Curahdami 03, Nurholis, S.Pd., menyampaikan sebuah imbauan penting terkait kebiasaan membawa pulang makanan yang diberikan. Ia menekankan bahwa makanan yang disajikan, terutama lauk-pauk dan sayur basah, memiliki masa konsumsi terbatas dan dirancang untuk dinikmati di tempat.
“Kami menghimbau kepada para siswa agar makanan yang diberikan tidak dibawa pulang. Makanan ini ada masa konsumsinya. Jika dibawa pulang dan kemudian basi, justru dapat menimbulkan penyakit, dan hal tersebut tentu tidak kita inginkan,” jelas Nurholis dengan tegas.
Ia memberikan pengecualian hanya untuk menu makanan kering yang memiliki daya tahan lebih lama. “Kecuali untuk menu makanan kering seperti roti, buah segar utuh, atau susu UHT dalam kemasan tertutup, itu masih diperbolehkan untuk dibawa,” tambahnya.
Imbauan ini dilatarbelakangi kekhawatiran akan kejadian tidak diinginkan, seperti keracunan makanan, jika siswa mengonsumsi hidangan yang sudah tidak segar. SPPG berkomitmen untuk memastikan asupan gizi yang diterima anak-anak tetap berkualitas, higienis, dan memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang mereka.
Perwakilan Forkopimcam Curahdami yakni Danramil 0822/02 Curahdami, menyambut baik inisiatif dan koordinasi dari SPPG ini. Mereka berharap kolaborasi yang erat antara pengelola SPPG, pihak sekolah, dan orang tua melalui komite dapat mendukung sosialisasi ini, sehingga pesan keamanan pangan dapat dipahami dan dijalankan bersama.
“Kami apresiasi perhatian SPPG terhadap detail keamanan konsumsi. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang sangat baik. Mari kita dukung bersama agar program pemenuhan gizi ini benar-benar berdampak positif bagi kesehatan anak-anak kita,” ujar Danramil.
Rakor ini ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada para Wali Murid dan Guru, serta memastikan program pemberian makanan tambahan (MBG) di sekolah berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.








