SPPG Penambangan Beberkan Standar Gizi di Tengah Isu Ketidaksesuaian Anggaran

Bondowoso| Lensarakyat.id – Maraknya isu mengenai ketidaksesuaian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran yang tersedia akhirnya mendapat tanggapan tegas dari pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh Curahdami 03 Desa Penambangan, Kec. Curahdami. Owner SPPG Penambangan, Martha Suprihastini, membantah tudingan tersebut dan membeberkan secara transparan rincian anggaran yang telah ditetapkan.

Martha menjelaskan bahwa anggaran bahan makanan untuk program MBG bagi PAUD/TK, balita, hingga siswa SD kelas 1-3 memang ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi. Namun, ia menegaskan bahwa total anggaran per porsi mencapai Rp13.000 yang terdiri dari tiga komponen utama.

“Rp8.000 untuk bahan baku makanan, Rp3.000 untuk biaya operasional, dan Rp2.000 untuk sewa fasilitas. Jadi totalnya Rp13.000 per porsi. Ini sudah diperhitungkan dengan matang agar makanan yang disajikan tetap berkualitas,” ujar Martha saat ditemui di lokasi SPPG Penambangan, Jumat (27/2/2026)

BACA JUGA :
Semangat Belajar Terpupuk: Puluhan Siswa SDN Penambangan 01 Terima Makanan Bergizi Gratis dalam Kawalan Babinsa

Standar Gizi Terjaga, Apalagi saat Ramadhan

Martha memastikan bahwa menu yang disajikan dalam program MBG telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Bahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) turut menetapkan standar khusus untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga, terutama selama bulan Ramadhan.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Tinjau Dapur Sehat, Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa

“Alhamdulillah, selama ini tim ahli gizi kami sudah bekerja sesuai dengan porsinya. Komposisi gizinya tentu sudah diperhitungkan dengan saksama. Saya sebagai mitra juga sudah melengkapi bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan staf,” tegasnya.

Tantangan Memenuhi Selera yang Beragam

Diakui Martha, tantangan terbesar dalam pengelolaan program MBG adalah keragaman selera para penerima manfaat. Ia menyadari bahwa memenuhi keinginan semua orang tua atau anak didik adalah hal yang mustahil dilakukan.

“Karena kita sadar, memenuhi semua keinginan ibu-ibu adalah mustahil. Kesukaan mereka berbeda-beda, selera mereka juga berbeda. Tapi insyaallah kami sudah berupaya maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA :
SPPG Curahpoh-Curahdami 03 Dukung Generasi Sehat melalui Makanan Bergizi Gratis di Sekolah

Martha juga menambahkan bahwa konsistensi kinerjanya sebelum dan sesudah menjadi owner SPPG menjadi modal kepercayaan dari tim staf yang bekerja bersamanya.

“Teman-teman staf sudah tahu kinerja saya sebelum dan sesudah menjadi owner. Kami semua berkomitmen memberikan yang terbaik untuk anak-anak penerima manfaat program ini,” pungkasnya. Dan berharap masyarakat dapat memahami bahwa program MBG dikelola secara profesional dan transparan demi kepentingan gizi anak-anak Indonesia.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *