Hukum  

Haji Her Diperiksa KPK: Mengaku Tak Kenal Tersangka, tapi Sempat Kelakar “Saya Kan Banyak Uang”

Jakarta| Lensarakyat.id – Setelah sebelumnya sempat mangkir dan memicu pertanyaan, nama pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang dikenal sebagai “crazy rich” Madura itu menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 3,5 jam di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/4/2026).

Kedatangan Haji Her ini berkaitan dengan pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, yang telah menyeret tujuh orang tersangka .

Gaya Khas Madura: Blak-blakan dan “Apa Adanya”

Meskipun statusnya sebagai saksi yang didalami keterlibatannya dalam pusaran mafia cukai, Haji Her tampil percaya diri. Mengenakan kemeja putih bermotif harimau, sarung, dan peci hitam, ia keluar dari ruang pemeriksaan dengan raut santai.

Dengan logat Madura yang kental, Haji Her dengan tegas mengaku tidak mengenal para pejabat Bea Cukai yang menjadi tersangka.

BACA JUGA :
Penyidik KPK Sisir Pendopo Aryo Situbondo dan Bawa Keluar Satu Koper Warna Merah Diduga Barang Bukti

“Ya dikonfirmasi saja, ditanya persoalan kenal enggak dengan tersangka-tersangka itu, ya saya jawab tidak kenal,” ujarnya ceplas-ceplos kepada wartawan, Kamis sore .

Sembari melempar tawa, Haji Her menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apa pun terkait praktik korupsi pengurusan cukai rokok yang sedang diusut.

“Tidak tahu, tidak tahu saya soal-soal itu. Ya saya jawab apa adanya semuanya. Orang Madura itu apa adanya. Enggak ada yang berbelit-belit,” tegasnya .

Momen Nginep di Hotel Mewah dan “Dikira Proposal”

Yang menarik perhatian publik adalah pengakuan Haji Her terkait pertanyaan penyidik soal aktivitasnya selama di Jakarta. Ia menirukan dialog singkat dengan KPK yang membuat ruangan kemungkinan besar ikut mendengar kelakarnya.

“Ditanya nginep di mana? Nginep di Grand Hyatt. ‘Wah, hotel mahal itu?’ Iya, saya kan banyak uang,” ucapnya menirukan percakapan tersebut .

BACA JUGA :
Penyidik KPK Sisir Pendopo Aryo Situbondo dan Bawa Keluar Satu Koper Warna Merah Diduga Barang Bukti

Selain kelakar soal hotel, Haji Her juga memberikan penjelasan unik mengenai ketidakhadirannya pada panggilan sebelumnya. Ia mengaku baru menerima surat panggilan terlambat karena stafnya mengira amplop dari KPK tersebut adalah proposal bantuan.

“Surat panggilan itu kan tanggal 1 (April), nyampe ke kantor tanggal 1 sore. Nah, saya masih di luar kota. Dikira proposal sama anak-anak. Jadi saya tidak mangkir, malah sekarang datang ke sini inisiatif sendiri,” jelasnya .

Motif Pemeriksaan: Dalami Prosedur Cukai dan Aliran Uang

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap Haji Her merupakan bagian dari upaya pengusutan tuntas kasus yang merugikan negara ini. Menurut Budi, Haji Her didalami pengetahuannya mengenai prosedur baku pengurusan cukai .

“Substansi materi pemeriksaannya terkait dengan proses serta mekanisme, prosedur baku pengurusan cukai di Ditjen Bea dan Cukai,” ujar Budi Prasetyo di lokasi yang sama.

BACA JUGA :
Penyidik KPK Sisir Pendopo Aryo Situbondo dan Bawa Keluar Satu Koper Warna Merah Diduga Barang Bukti

Dalam perkara ini, KPK tengah mengusut dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang serta pengurusan cukai. Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 4 Februari 2026 yang mengamankan uang tunai dan emas miliaran rupiah . Penyidik menduga ada praktik suap dari pengusaha rokok di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mengakali tarif cukai, di mana rokok produksi mesin besar menggunakan pita cukai kelas bawah (manual) yang lebih murah .

Hingga berita ini diturunkan, Haji Her mengaku siap dipanggil kembali jika diperlukan. “Kalau belum pernah ke sini kayaknya bukan tokoh,” kelakarnya menutup wawancara .

KPK sendiri terus mengembangkan kasus ini untuk mengejar kerugian negara dan aktor intelektual di balik praktik mafia cukai tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *