Bondowoso| Lensarakyat.id – Suasana berbeda terlihat di Pendopo Kecamatan Tegalampel, Rabu pagi (22/4/2026). Tak hanya deretan kursi dan meja raja, ruang terbuka itu berubah menjadi gelanggang kolaborasi penuh semangat. Para kepala desa, tokoh masyarakat, perwakilan pendidikan, agama, hingga petugas Puskesmas duduk berjejer membahas satu misi: menuntaskan masalah kesehatan di akar rumput.
Kegiatan bertajuk “Mini Loka Karya Lintas Sektor” yang digagas Puskesmas Tegalampel itu bukan sekadar rapat biasa. Ini adalah panggung aksi nyata—tempat data Puskesmas bertemu dengan solusi dari para pemangku kepentingan. Dari stunting hingga perilaku hidup bersih, semua diurai dengan bahasa kebersamaan.
“Kami tidak ingin kerja kesehatan hanya menjadi beban Puskesmas semata. Ini tanggung jawab kita bersama: desa, sekolah, tempat ibadah, dan dunia usaha,” tegas dr. Achmad Kudlori, Kepala Puskesmas Tegalampel, dalam sambutannya. Ia menyebut, loka karya mini ini menjadi titik tolak penyusunan rencana kerja yang lebih aplikatif karena langsung melibatkan eksekutor di lapangan.
ia juga meminta dukungan penuh kepada semua pihak untuk mengawal dan menggerakkan setiap elemen di kecamatan. Jika ada desa yang cakupannya rendah, mohon dapat diingatkan.
“Jika ada penolakan atau isu hoaks, bantu kami melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Target saya sederhana: dalam tiga bulan ke depan, tidak boleh ada lagi balita di Kecamatan Tegalampel yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Kami dari Puskesmas akan menjemput bola, membuka pos imunisasi keliling, dan memperkuat layanan di semua desa. Tapi kami tidak bisa sendirian. Mari kita jadikan imunisasi sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program bulanan,”tegasnya.
Kapolsek Tegalampel, AKP. Sobingan.S.H., sangat mendukung penuh kegiatan ini. Mengapa? Karena kesehatan masyarakat tidak akan pernah tercapai jika hanya mengandalkan satu sektor saja. Kesehatan adalah urusan kita bersama—baik dari unsur pemerintah kecamatan, desa, puskesmas, pendidikan, agama, dan juga kepolisian.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dicanangkan di sini berjalan lancar, aman, dan didukung oleh partisipasi aktif masyarakat,”tutur Kapolsek.
Dan dalam kesempatan yang sama Danramil 0822/03 Tegalampel mengatakan kalau Para Kepala Desa adalah ujung tombak pemerintahan paling bawah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Tidak ada program kesehatan—baik itu pencegahan stunting, imunisasi, maupun perilaku hidup bersih yang akan berhasil tanpa peran aktif dari bapak dan ibu sekalian.”
“Oleh karena itu, atas nama Danramil, saya menyampaikan himbauan penting kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Tegalampel, jadilah penggerak utama di desa masing-masing. Jangan hanya menunggu laporan dari bidan desa atau kader posyandu. Turunlah, tanyakan, dan dorong pelaksanaan program kesehatan di setiap dusun dan RT,” ujar Peltu Junaedi.
Camat Tegalampel, Yoyok Jalu Santoso. S.Stp.M.M. dalam arahanya menyoroti pentingnya komitmen tidak hanya di atas kertas. “Mini loka karya ini bukti bahwa kecamatan dan puskesmas seirama. Target kami: tidak ada desa yang sendiri-sendiri. Semua data terintegrasi, gerakan serentak,” tegasnya. .
Hasil konkret dari pertemuan itu antara lain: terbentuknya tim monitoring terpadu desa-puskesmas, jadwal rutin konsultasi lintas sektor setiap tiga minggu, serta komitmen dari tiga sekolah dasar untuk mengaktifkan kembali kantin sehat.
Di penghujung acara, tidak ada peserta yang pulang dengan tangan hampa. Selain modul perencanaan partisipatif, mereka membawa janji: bahwa kesehatan Tegalampel bukan lagi proyek sesaat, tapi gerakan yang dijaga bersama, dari pendopo hingga ke dapur setiap rumah.







