Bondowoso| Lensarakyat.id – Suasana siang yang panas dan lengang di pangkalan becak Jalan Sucipto Yudodiharjo, Bondowoso, tiba-tiba berubah tegang. Para abang becak yang tengah mengantuk sambil menunggu penumpang sontak bergeming saat melihat seorang pria tak dikenal mendekati mereka dengan langkah mantap.
Bersamaan itu pula ada awak media yang kebetulan sedang ngopi di salah satu warung seberang jalan, mengetahui ada kegiatan langsung mendekat untuk menggali informasi, awalnya, beranggapan kalau ada penindakan hukum oleh anggota polisi, eh,! ternyata ada salah satu anggota polri sedang berbagi berkah, spontan saja, awak media tersebut mengabadikan momen menarik sesuai dengan profesinya sebagai jurnalistik.
“Kami kaget, Pak. Kirain ada apa, takutnya malah kena razia atau malah kena perkara,” ujar Pak Holip (65), salah satu tukang becak yang sudah puluhan tahun mangkal di lokasi itu.
Geger pun tak terhindarkan. Bisik-bisik cepat menyebar dari satu becak ke becak lainnya. Wajah-wajah lelah itu berubah tegang, beberapa mulai bersiap-siap menjauhi tempat duduk mereka. Namun, apa yang terjadi berikutnya benar-benar di luar dugaan.
Pria tak dikenal itu ternyata bukanlah siapa-siapa yang menakutkan. Dengan senyum ramah, ia mendekati satu per satu abang becak yang tampak kelelahan dan belum mengantongi sepeser pun pendapatan sejak pagi.
“Bapak-bapak, saya lihat sudah setengah hari belum dapat penumpang. Ngantuk pula. Mau nggak kalau saya kasih beras sama biskuit?” tanya pria itu spontan.
Spontan pula jawaban para abang becak: “Mau, Pak!”
Perlahan, ketegangan berubah menjadi kebahagiaan. Dari dalam mobil dinasnya, pria tersebut mengeluarkan puluhan paket sembako berisi beras dan biskuit, lalu membagikannya satu per satu. Wajah-wajah yang tadinya cemas kini berbinar-binar tak percaya.
“Ya Allah, kirain mau diapakan, ternyata malah dikasih sembako. Saya kaget sekaligus senang, Pak, terima kasih Pak, semoga lancar terus rejekinya,” tambah Pak Holip sambil memegang erat bungkusan yang baru diterimanya.
Belakangan diketahui, pria yang sempat membuat geger pangkalan becak itu bukanlah orang sembarangan. Dia adalah AKP Sobinga, S.H., M.H., Kapolsek Tegalampel yang bertugas di wilayah Polres Bondowoso. Dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi, beliau sengaja turun langsung ke lapangan bukan untuk menggerebek, melainkan untuk berbagi.
Saat ditemui awak media di sela-sela tugasnya, AKP Sobingan,S.H. M.H., angkat bicara soal aksi sosial yang spontan namun penuh makna tersebut. Dengan senyum khasnya, Kapolsek Tegalampel ini menyampaikan komentar menarik yang langsung menggugah hati.
“Pakai atribut polisi memang tegas, tapi hati boleh lembut. Saya lihat abang-abang becak itu bukan malas, mereka bekerja keras tapi kadang rezeki belum berpihak. Kalau kita bisa membantu, kenapa harus menunggu perintah? Ini bukan soal angka jabatan, ini soal kemanusiaan,” ujar AKP Sobingan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepolisian bukan hanya hadir untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi, mengayomi, dan melayani.
“Orang bilang polisi itu ditakuti. Saya ingin membalik stigma itu. Polisi harus dicintai, didatangi bukan karena takut, tapi karena butuh. Makanya ketika saya tawari beras dan biskuit, mereka kaget. Tapi kaget bahagia, bukan kaget takut. Itu perubahan kecil yang ingin saya rawat,” tuturnya dengan nada santai namun penuh ketegasan.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat kecil seperti abang becak sering luput dari perhatian. “Mereka ngantuk? Bukan karena malas, tapi karena pola tidur terganggu akibat harus ngetem dari subuh sampai malam. Setengah hari tanpa penumpang.
“Saya melihat langsung kondisi mereka. Setengah hari ngantuk, panas-panasan, tapi sepi penumpang. Mereka butuh uluran tangan, bukan razia,” jelas AKP Sobingan singkat saat ditemui usai aksi sosialnya.
Di akhir pernyataannya, AKP Sobingan juga berpesan kepada masyarakat agar tidak sungkan melapor jika ada warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. “Kami di Polsek Tegalampel pintu selalu terbuka. Bawa beras boleh, bawa laporan juga boleh, asal bawa niat baik,” tutupnya sambil tertawa lepas.
Ucapan Kapolsek yang humanis dan membumi ini langsung viral di grup-grup WhatsApp warga Bondowoso. Banyak yang mengaku terharu sekaligus bangga memiliki polisi yang tidak hanya cekatan, tapi juga berhati.
Aksi dadakan ini langsung menjadi buah bibir warga sekitar. Dari yang awalnya geger karena takut, kini pangkalan becak itu ramai oleh senyum dan ucapan terima kasih. Warganet pun ramai membanjiri media sosial dengan komentar positif, menyebut AKP Sobinga sebagai polisi humanis yang langka.
“Yang penting bukan besar nominalnya, tapi perhatiannya. Sudah setengah hari kami cuma bisa tiduran di becak. Beliau datang, tidak main hakim, malah memberi. Itu luar biasa,” pungkas Pak Holip matanya berkaca-kaca.
Seorang polisi yang datang tanpa suara sirene, dan pulang meninggalkan kebahagiaan. Geger berubah menjadi gemas. Gemas yang membekas di hati para abang becak Bondowoso.







