BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Pemandangan berbeda tampak di halaman SDN Petung 01, Kamis pagi. Ratusan siswa kelas rendah dan tinggi sudah duduk rapi di teras kelas, sesekali melompat kecil tak sabar. Mereka bukan sedang menunggu upacara, melainkan menyambut kedatangan menu spesial: Makan Bergizi Gratis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh Curahdami 03.
Namun yang membuat pagi itu terasa istimewa, kehadiran sosok akrab bernama Sertu. M. Fauzi Babinsa Desa Petung ini tak hanya datang mengawasi, ia ikut turun tangan membagikan satu per satu kotak makanan ke meja siswa.
“Ini lahap ya, jangan malu-malu. Nasi hangat, ayamnya besar lagi,” ujar Sertu. M. Fauzi. sambil mengusap kepala seorang siswa kelas 2 yang masih diam memandangi kotak makannya. Anak itu akhirnya tersenyum, lalu menyantap makannya dengan lahap.

Suasana langsung mencair. Anak-anak yang tadinya canggung, mulai akrab dan berebut menyapa “Pak Babinsa”. Beberapa siswa kelas 5 bahkan dengan bangga menunjukkan isi kotak makannya. “Lihat Pak, sayurnya aku habisin!” teriak salah satu siswa.
Owner SPPG Curahpoh Curahdami 03, Martha Suprihastini, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Babinsa bukan tanpa alasan. “Kami ingin program ini tidak sekadar seremonial. Dengan Babinsa turun langsung, pesan tentang pentingnya gizi sampai dengan cara yang lebih hangat dan dekat. Anak-anak jadi tidak canggung, malah antusias,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Petung 01, Santoso, S. Pd., tak bisa menyembunyikan harunya. Ia melihat sendiri bagaimana anak-anak yang biasanya hanya minum teh saat istirahat, kini duduk bersama menyantap nasi, lauk, sayur, dan buah. “Ini lebih dari sekadar makan gratis. Ini tentang hadirnya negara di tengah anak-anak kami. Babinsa hari ini seperti bapak bagi mereka,” ucapnya lirih.
Momen puncak terjadi saat sesi foto bersama. Anak-anak kompak membentuk formasi, dengan Serda Rudi duduk di tengah dikelilingi puluhan siswa. Tangan mereka memegang kotak makan masing-masing, sambil berteriak kompak: “Terima kasih SPPG Curahpoh Curahdami 03, terima kasih Pak Babinsa!”
Tawa dan riuh tepuk tangan pun pecah. Pagi itu, di SDN Petung 01, makan bergizi bukan sekadar program. Ia menjelma menjadi kebersamaan yang menghangatkan—dari nasi hangat, senyum lebar, hingga uluran tangan seorang Babinsa.








