Bondowoso| Lensarakyat.id – Langkah konkret dalam percepatan penurunan angka stunting kembali digaungkan di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Rabu (10/06), ruang pertemuan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) setempat berubah menjadi pusat diskusi hangat antara para pemangku kepentingan. Undangan dari Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Curahdami, Bapak Jerumi, direspons positif oleh Nurholis, S.Pd., selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahdami Curahpoh.
Tak hanya itu, acara yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh para PPKBD (Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa) se-Kecamatan Curahdami serta Kepala SPPG Curahpoh. Fokus utama pertemuan adalah membahas optimalisasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi program prioritas nasional dan daerah. Program ini digadang-gadang sebagai tameng paling depan untuk memutus mata rantai stunting.
Yang menjadi sorotan utama dalam diskusi adalah penetapan sasaran prioritas program MBG, yang kini lebih dikenal dengan istilah 3B. Ketiga kelompok sasaran tersebut adalah Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD. Menurut paparan yang disampaikan, kelompok ini dinilai paling rentan terhadap kekurangan gizi yang berdampak jangka panjang pada generasi mendatang.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi tentang kualitas sumber daya manusia Bondowoso di masa depan. Program MBG dengan sasaran 3B ini adalah terobosan yang tepat. Kami dari SPPG siap bersinergi memastikan gizi ibu dan balita terpenuhi secara konsisten,” tegas Nurholis, S.Pd. di sela-sela pertemuan, rabu (10/06).
Sementara itu, Bapak Jerumi selaku koordinator penyuluh KB menambahkan bahwa peran aktif penyuluh dan PPKBD di desa-desa sangat krusial. Mereka bertugas sebagai ujung tombak identifikasi calon penerima manfaat sekaligus memberikan edukasi pola asuh yang baik.
“Dengan kolaborasi antara Dinas KB, SPPG, dan para kader PPKBD, kami optimis target penurunan stunting di Curahdami bisa tercapai lebih cepat. Program MBG untuk 3B ini bukan sekadar memberi makan, tapi membangun peradaban,” ujar Jerumi penuh semangat.
Pertemuan yang berlangsung interaktif itu pun menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis, termasuk jadwal pendataan ulang 3B serta mekanisme distribusi makanan bergizi yang akan mulai diuji coba di beberapa desa binaan. Para peserta sepakat bahwa sinergi tanpa sekat antara dinas, satuan pelayanan, dan kader desa adalah kunci utama keberhasilan program.
Tim Liputan : SPPG Curahdami Curahpoh








