BREAKING NEWS: Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 53 Siswa dan 1 Guru di Sumber Wringin Dilarikan ke Puskesmas

BONDOWOSO | Lensarakyat.id – Sebanyak 54 orang, yang terdiri dari 53 siswa dan seorang guru, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Sumber Wringin, Bondowoso, Rabu (03/12/2025). Insiden ini memicu kepanikan warga dan upaya penanganan darurat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dari total korban, 40 di antaranya merupakan siswa SDN Sukorejo 01, Sisanya berasal dari satuan pendidikan lain di wilayah setempat. Para korban mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap makanan yang dibagikan oleh salah satu SPPG.

Meski dugaan sementara penyebabnya mengarah pada susu kedelai kaleng yang merupakan bagian dari paket makanan, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam. Dr. Agoes Alun, Kepala Puskesmas (KPM) Sumber Wringin, menegaskan bahwa penyebabnya masih belum bisa dipastikan.

BACA JUGA :
Antusiasme Warga Terpencil Menyambut Program Makanan Bergizi Gratis di KB Tunas Bangsa 1

“Memang ada dugaan dari susu kedelai kaleng, tetapi ini masih sebatas dugaan, karena jarak pada saat konsumsi susu kedelai hingga korban mengalami mual yakni 1 sampai 2 jam, sehingga, tidak menutup kemungkinan faktor lain, seperti cuaca ekstrem (Dingin) yang akhir-akhir ini terjadi, juga bisa menjadi pemicu gejala mual, muntah dan sakit perut seperti yang dikeluhkan oleh para korban,” jelas dr. Agoes Alun saat dikonfirmasi.

BACA JUGA :
Semangat Belajar Terpupuk: Puluhan Siswa SDN Penambangan 01 Terima Makanan Bergizi Gratis dalam Kawalan Babinsa

Sementara itu, setelah kejadian, seluruh korban segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sumber Wringin. Dilaporkan kondisi korban mulai stabil dan diawasi ketat oleh tenaga medis.

BACA JUGA :
Anggota Koramil 0822/01 Bondowoso Selesai Laksanakan Pengamanan Kunjungan Presiden RI H. Prabowo Subianto

Dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, untuk menangani kasus ini belum bisa dikonfirmasi terkait pengambilan sampel makanan dan minuman yang diduga bermasalah untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *