Bondowoso| Lensarakyat.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahdami Curahpoh terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung asupan gizi anak sekolah. Kali ini, perhatian penuh diberikan kepada SDN Petung 2, yang dinilai memiliki potensi besar namun membutuhkan intervensi gizi berkelanjutan.
Dalam pantauan langsung Babinsa setempat, Sertu M. Fausi, program pemenuhan gizi yang dijalankan SPPG berjalan lancar dan tepat sasaran. Sebanyak 139 siswa dan 11 guru tercatat sebagai penerima manfaat utama.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar atau kekurangan gizi. SDN Petung 2 menjadi prioritas karena antusiasme sekolah dan dukungan penuh dari kepsek serta guru-guru,” ujar Sertu M. Fausi saat ditemui di sela-sela pemantauan.

Kepala Sekolah SDN Petung 2, Ibu Dwi Bakti Muji Astuti, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian berkelanjutan dari SPPG Curahdami Curahpoh. Menurutnya, program ini bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat dan bergizi bagi seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah, anak-anak makin semangat belajar. Guru pun ikut merasakan manfaatnya. Kami melihat ada peningkatan konsentrasi dan kehadiran siswa sejak program ini berjalan rutin,” tutur Ibu Dwi.
SPPG Curahdami Curahpoh diketahui secara berkala menyalurkan paket gizi seimbang yang meliputi lauk-pauk, sayuran, buah, serta susu. Seluruh distribusi dikawal ketat oleh aparat kewilayahan Babinsa untuk memastikan keamanan, ketepatan waktu, dan ketepatan jumlah penerima.
Dengan total 150 penerima manfaat (139 siswa + 11 guru), SDN Petung 2 kini menjadi salah satu sekolah binaan unggulan SPPG di wilayah Curahdami. Ke depan, SPPG berencana memperluas jangkauan layanan ke sekolah-sekolah dasar lainnya yang masih memiliki potensi rawan gizi.
“Ini bukti kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di tingkat pendidikan dasar,” pungkas Sertu M. Fausi.
Owner SPPG Curahdami Curahpoh, Martha Suprihastini, mengungkapkan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program ini. Menurutnya, perhatian kepada SDN Petung 2 bukanlah proyek musiman, melainkan komitmen jangka panjang untuk mencetak generasi sehat dan cerdas.
“Harapan saya, program pemenuhan gizi ini bisa terus berjalan tanpa putus. Tidak hanya di SDN Petung 2, tapi juga menjangkau sekolah lain yang membutuhkan. Kami ingin anak-anak Indonesia, khususnya di Bondowoso, tumbuh dengan gizi cukup, daya tahan tubuh kuat, dan prestasi meningkat,” ujar owner SPPG saat ditemui bersama Babinsa Sertu M. Fausi.
Ia juga berharap pemerintah desa, kecamatan, serta para orang tua murid dapat ikut bersinergi. “Jangan sampai program ini hanya mengandalkan SPPG dan Babinsa. Peran aktif semua pihak sangat menentukan keberhasilan jangka panjang. Mari kita kawal bersama gizi anak-anak kita,” pungkasnya.







