Bondowoso| Lensarakyat.id – Di balik gemerisik daun pisang dan riuh suara anak sekolah yang menyantap makanan bergizi, ada denyut nadi ekonomi baru yang berdetak kencang di Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Kab. Bondowoso. Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak hanya berhasil menyediakan ribuan porsi makanan sehat bagi pelajar, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan bagi para pemasok lokal. Salah satunya adalah buah-buahan segar yang kini jadi komoditas primadona.
Satu nama mencuat: Pak Aziz. Bagi warga Curahdami, beliau bukan sekadar pedagang buah keliling lagi. Kini, ia adalah salah satu supplier andalan SPPG Curahdami Curahpoh. Setiap pagi, puluhan kilogram jeruk, pisang, Kelengkeng, dan Anggur dari tangan dinginnya dikirim ke dapur gizi raksasa itu untuk diolah menjadi menu pendamping nasi bagi ratusan siswa.
“Alhamdulillah, SPPG Curahdami Curahpoh ini seperti pintu rezeki yang tiba-tiba terbuka lebar. Dulu saya hanya berkeliling kampung, sekarang punya target setoran tetap. Penghasilan lebih teratur,” ujar Pak Aziz sambil merapikan jebol pisang di atas terpal.
Namun, yang lebih mencengangkan, denyut usahanya tak berhenti di Bondowoso. Dari keberkahan menjadi pemasok SPPG, Pak Aziz justru melebarkan sayap ke wilayah tetangga. Ia kini juga rutin menyuplai buah ke sejumlah mitra di Jember. “Dari SPPG saya belajar soal standar kualitas dan kebersihan. Itu yang kemudian membuat saya percaya diri menembus SPPG di wilayah Jember,” tambahnya.
Babinsa Penambangan, Koramil 0822/02 Curahdami, Serka Narto, mengakui bahwa SPPG Curahdami Curahpoh, telah menjadi center of excellence pangan desa. “Tak hanya soal gizi anak, program ini menciptakan ekosistem usaha. Petani buah dan sayur di sekitar Curahdami mulai bangkit. Pak Aziz adalah contoh nyata multiplier effect-nya,” kata Babinsa Narto.
Hingga kini, SPPG Curahdami Curahpoh mampu memproduksi rata-rata 2.500 porsi makanan per hari. Setiap porsi wajib mengandung buah segar sebagai sumber vitamin. Kebutuhan inilah yang membuat para pemasok seperti Pak Aziz tak pernah kehabisan order.
Dengan keranjang demi keranjang buah yang terus bergerak dari kebun warga, ke dapur SPPG, lalu ke piring makan anak-anak dan kini bahkan lintas kabupaten.
SPPG Curahdami Curahpoh membuktikan bahwa program pemenuhan gizi bisa menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata. Denyutnya terasa, buahnya dinikmati, dan berkatnya mengalir ke seluruh pelosok.







