Bondowoso| Lensarakyat.id – Rasa syukur dan haru membuncah dari H. Misyono, Kepala Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso. Bukan tanpa alasan, dirinya bersama warga Dusun Campoan RT 19 RW 05 kini kembali bisa tersenyum setelah jembatan penghubung yang selama ini ambruk dan membahayakan warga berhasil direnovasi total.
Di balik rampungnya jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Dulhan itu, H. Misyono menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Kepolisian Resor Bondowoso dan Polsek Taman Krocok. Perhatian dan aksi cepat dari Kepala Kepolisian Sektor Taman Krocok, Ipda Agus Hariadi, S.H., beserta seluruh anggota, dinilai sebagai pahlawan bagi warganya.

“Dengan penuh hormat, atas nama seluruh masyarakat Desa Gentong, kami menyampaikan banyak terima kasih atas kepedulian Bapak Kapolres Bondowoso beserta jajarannya. Tak lupa juga kepada Bapak Kapolsek Taman Krocok, Ipda Agus Hariadi, S.H., dan anggota, serta Bapak Babinsa, dan semua pihak yang telah bahu-membahu merenovasi jembatan Dulhan di Dusun Campoan,” ujar H. Misyono dengan suara bergetar penuh haru, saat ditemui di balai desa setempat, santu (25/4/2026).
H. Misyono menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi para petani dan aktivitas sehari-hari warga. Sebelum direnovasi, kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Setiap kali melintas, warga harus ekstra waspada karena struktur kayu yang rapuh dan penyangga yang mulai ambrol.
Kehadiran Ipda Agus Hariadi yang langsung turun ke lapangan, mengecek kondisi, lalu menggalang personel dan sinergi dengan Babinsa serta elemen masyarakat, menjadi angin segar. Dalam waktu singkat, jembatan yang nyaris tak layak fungsi itu berubah menjadi kokoh dan aman.
“Kami tidak punya balasan yang setimpal. Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga apa yang dilakukan oleh Bapak Kapolres, Bapak Kapolsek, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi amal jariah, amal ibadah yang diterima di sisi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” pungkas Kades dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Kapolsek Taman Krocok, Ipda Agus Hariadi, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan aksi renovasi tersebut. Menurutnya, ini adalah wujud nyata kepolisian yang hadir di tengah kesulitan rakyat. “Jembatan ini bukan sekadar kayu dan paku, tapi urat nadi kehidupan warga. Kami hanya menjalankan tugas untuk mengabdi. Apresiasi dari Pak Kades dan warga adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya rendah hati.
Kisah Jembatan Dulhan ini pun menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat keamanan, aparat desa, dan masyarakat mampu melahirkan karya nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh wong cilik.







