Bondowoso| Lensarakyat.id – Langkah strategis dilakukan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahdami Curahpoh, Nurholis, S.Pd. Dengan membubuhkan tanda tangan resmi, ia melakukan peralihan penerima manfaat dari SPPG Curahdami Curahpoh yang berlokasi di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, Kab. Bondowoso kepada SPPG Curahdami Curahpoh 2 yang berlokasi di Asrama Militer Yonif 514.
Keputusan ini diambil demi pemerataan akses layanan pemenuhan gizi serta mengantisipasi adanya wilayah atau sekolah yang sebelumnya tidak tercover secara optimal.
“Kami melihat perlunya penataan ulang jangkauan layanan agar seluruh penerima manfaat benar-benar terlayani dengan baik. Dengan peralihan ini, kami harap tidak ada lagi sekolah yang luput dari program pemenuhan gizi,” ujar Nurholis, S.Pd., saat dikonfirmasi usai penandatanganan.
Sekolah dari Dua Desa Dialihkan ke SPPG Curahdami Curahpoh 2
Sejumlah sekolah yang sebelumnya berada di bawah naungan SPPG Curahdami Curahpoh (Desa Penambangan) resmi beralih ke SPPG Curahdami Curahpoh 2. Wilayah yang terdampak peralihan meliputi seluruh sekolah yang ada di Desa Petung dan Desa Pakuwesi, Kecamatan Curahdami.
Mulai dari jenjang KB/PAUD, SD, SMP, hingga SMK yang berada di dua desa tersebut kini masuk dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh 2.
Langkah ini disambut positif oleh para kepala sekolah dan orang tua murid. Dengan lokasi SPPG Curahdami 2 yang berada di kawasan asrama militer Yonif 514, diharapkan distribusi makanan bergizi menjadi lebih tepat sasaran dan efisien.
“Kami mendukung penuh kebijakan ini. Semoga dengan layanan yang lebih dekat dan terstruktur, anak-anak di Desa Petung dan Pakuwesi mendapatkan asupan gizi yang lebih baik,” ungkap salah satu perwakilan guru dari SDN di Desa Petung.
Antisipasi Wilayah Tidak Tercover
Peralihan ini tidak dilakukan secara mendadak. Menurut Nurholis, pihaknya telah melakukan pemetaan dan evaluasi jangkauan layanan. Beberapa sekolah di dua desa tersebut dinilai akan lebih optimal jika dilayani oleh SPPG Curahpoh 2 yang lokasinya lebih strategis dari sisi akses dan logistik.
“Kami tidak ingin ada anak yang terlewat. Dengan peralihan ini, semua penerima manfaat di Desa Petung dan Pakuwesi akan tetap mendapatkan hak mereka, bahkan dengan pelayanan yang lebih terjamin,” tegasnya.
SPPG sendiri merupakan program unggulan dalam pemenuhan gizi bagi peserta didik. Dengan adanya dua titik SPPG di Kecamatan Curahdamiyakni SPPG Curahpoh (Desa Penambangan) dan SPPG Curahpoh 2 (Asrama Yonif 514) diharapkan seluruh wilayah kecamatan dapat terlayani secara merata.
Proses administrasi peralihan telah rampung dilakukan, dan mulai periode mendatang, seluruh sekolah di Desa Petung dan Pakuwesi resmi berada di bawah koordinasi SPPG Curahdami Curahpoh 2.







