Bondowoso| Lensarakyat.id – Di tengah gemuruh pembangunan yang kerap terhenti di pintu gerbang desa, Bupati Bondowoso tampil beda. Hadir sebagai narasumber utama dalam talk show eksklusif JTV, orang nomor satu di “Bumi Klenik” itu mengupas tuntas program unggulan “Rantas” – sebuah gebrakan infrastruktur yang tak hanya membentang aspal, tetapi merobek isolasi.
“Kami tidak sedang membangun jalan. Kami sedang merajut kembali konektivitas yang hilang,” ujar Bupati dengan mata berbinar. Program Rantas, singkatan dari Ratakan Jalan Menuju Sejahtera, dirancang sebagai pengubah wajah daerah: menghubungkan pusat ekonomi, akses sekolah, hingga layanan kesehatan yang selama ini hanya jadi mimpi bagi warga di pelosok.
Dalam dialog yang berlangsung hangat namun kritis, Bupati membeberkan fakta mengejutkan: ribuan warga di perbatasan masih menghabiskan waktu hingga 3 jam hanya untuk mencapai puskesmas terdekat. Lewat Rantas, targetnya – waktu tempuh itu dipangkas habis. “Keterisolasian adalah bentuk kemiskinan paling kejam. Kami putuskan rantai itu sekarang,” tegasnya.
Tak sekadar proyek fisik, program ini mengusung semangat transparansi dan kolaborasi. Masyarakat dilibatkan dalam perencanaan hingga pengawasan. Hasilnya? Pembangunan yang merata, adaptif terhadap medan Bondowoso yang berbukit dan berbatu, sekaligus berdampak nyata pada kesejahteraan.
Talk show yang tayang langsung itu sontak memicu perhatian publik. Warganet membanjiri kolom komentar dengan dukungan hingga pertanyaan kritis. Satu hal yang pasti: Bondowoso tak lagi sekadar mengejar pembangunan, tetapi menciptakan ekosistem kebangkitan dari ujung jalan yang selama ini terlupakan. “Rantas bukan hanya program. Ini gerakan. Dan tidak ada yang boleh tertinggal,” pungkas Bupati mengakhiri wawancara senin (27/04).







