Alasannya Fatal! 34 Dapur Makan Bergizi Gratis di Bondowoso Disegel, Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene

BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Sebanyak 27 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, untuk sementara waktu tidak beroperasi. Penghentian ini dilakukan menyusul diterbitkannya surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Koordinator Regional Jawa Timur melaporkan sejumlah temuan di lapangan. Berdasarkan laporan, puluhan dapur yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai belum memenuhi standar dasar operasional yang telah ditetapkan.

Dalam laporan tersebut disebutkan secara spesifik bahwa beberapa SPPG belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, sejumlah dapur juga diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) meskipun telah beroperasi selama lebih dari 30 hari.

BACA JUGA :
Sajikan Menu MBG Ramadan Bernutrisi Tinggi, SPPG Taman Krocok Jadi Inspirasi Dapur Pangan Lokal

Ketiadaan SLHS dan IPAL menjadi catatan serius karena menyangkut aspek higiene dan sanitasi dalam proses produksi makanan. Padahal, program MBG menuntut jaminan keamanan pangan yang ketat mengingat sasarannya adalah masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.

BACA JUGA :
BREAKING NEWS: Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 53 Siswa dan 1 Guru di Sumber Wringin Dilarikan ke Puskesmas

BGN memastikan penghentian sementara ini berlaku hingga seluruh dapur SPPG di Bondowoso memenuhi kelengkapan administratif dan teknis yang dipersyaratkan. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran serupa di daerah lain.

BACA JUGA :
Semangat Belajar Siswa SDN Penambangan 01 Meningkat Berkat Program MBG di Bulan Ramadan

Belum ada pernyataan resmi dari pengelola SPPG setempat terkait langkah perbaikan yang akan dilakukan. Namun, mereka diwajibkan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempercepat proses pengurusan SLHS dan pembangunan IPAL agar operasional dapur dapat kembali berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *