Bondowoso | Lensarakyat.id – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan kerja langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh – Curahdami 03, yang berlokasi di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami Kab. Bondowoso. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program intervensi gizi sensitif dan spesifik di tingkat layanan paling dasar.
Rombongan dari BGN Pusat disambut hangat oleh Kepala SPPG, Nurholis, S. Pd. bersama Owner SPPG, Martha Suprihastini, serta para karyawan setempat. Dalam kunjungan tersebut Tim dari BGN yakni Sania, W. dan Yulia, menyempatkan diri untuk meninjau fasilitas, proses pencatatan dan pelaporan, serta berinteraksi langsung dengan para karyawan di SPPG setempat.

Kepala SPPG Curahpoh Curahdami 03 Desa Penambangan, Nurholis, S. Pd. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian pemerintah pusat melalui BGN. “Kehadiran Bapak dan Ibu dari Jakarta memberikan motivasi luar biasa bagi kami di desa. Ini membuktikan bahwa perjuangan kita bersama dalam menanggulangi masalah gizi dalam Program Makanan Bergizi Gratis mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Perwakilan dari Badan Gizi Nasional, Sania W. menyatakan bahwa SPPG Curahpoh – Curahdami 03 merupakan ujung tombak dalam strategi nasional percepatan perbaikan gizi di Program MBG. “Tempat seperti inilah garda terdepan kita. Di sini, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan anak, dan intervensi seperti pemberian makanan tambahan bagi para Siswa dengan gizi kurang dilakukan. Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh karyawan dan tenaga kesehatan di sini yang telah bekerja dengan luar biasa,” jelasnya rabu (12/11/2025).
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya konvergensi antar-sektor di tingkat desa. “Penanganan gizi dan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan. Butuh kolaborasi dengan sektor lain seperti pertanian untuk ketahanan pangan, PUPR untuk air bersih dan sanitasi, serta pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak dan menyelaraskan langkah dalam implementasi program makanan bergizi gratis, khususnya untuk menekan angka prevalensi stunting di wilayah tersebut. Dengan adanya pantauan langsung dari pusat, diharapkan setiap kendala yang dihadapi di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama secara lebih cepat dan tepat.
“Harapan kami, sinergi antara pusat dan daerah ini akan terus berlanjut. Dengan semangat gotong royong, kita wujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkas Sania W. dari perwakilan BGN Pusat bersama Yulia saat menutup kunjungan.







