Bondowoso| Lensarakyat.id – Senyum merekah tampak jelas di wajah para abang becak dan lansia di Desa Karang Anyar, Selasa (28/07/2026) siang. Bukan karena matahari, melainkan karena kedatangan sosok yang tak asing lagi: Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, S.H., M.H. Namun, kali ini beliau tidak datang dengan raut tegang atau seragam dinas penuh atribut. Beliau datang dengan satu misi sederhana: memberi senyum dan menghibur.
Di sela-sela kesibukan kepolisian, AKP Sobingan menyusuri gang-gang kecil, duduk lesehan di samping para tukang becak yang biasa mangkal di perempatan desa. Suara tawa renyah pecah saat ia melontarkan candaan ringan sambil sesekali menepuk pundak para abang becak yang usianya sudah senja.

“Jangan lihat saya sebagai polisi, lihatlah sebagai anak kampung yang kangen ngobrol sama bapak-bapak,” ujar AKP Sobingan dengan logat Madura yang kental, sontak membuat suasana semakin cair.
Tak hanya sekadar hiburan, kegiatan yang dikemas apik ini juga dibarengi dengan pembagian paket sembako. Puluhan paket berisi beras, minyak goreng, dan mi instan disalurkan langsung ke tangan para penerima. Namun, yang paling menyentuh adalah perhatian khusus Kapolsek kepada para lansia sebatang kara yang kerap terpinggirkan.
Komentar Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan S.H., M.H.
“Kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi barang. Ini adalah bentuk sambang hati. Bapak-bapak abang becak dan para lansia ini adalah tulang punggung ekonomi kecil yang seringkali tidak terlihat. Mereka butuh perhatian, butuh diingatkan bahwa mereka tidak sendiri. Hari ini saya pilih canda tawa dan sembako, karena kadang yang paling dibutuhkan orang tua itu bukan uang, tapi perasaan bahwa ada yang peduli. Ini juga bagian dari tugas kami sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.”tuturnya.
Komentar Penerima, Ibu Rahma (Lansia Sebatang Kara)
Dengan mata berkaca-kaca namun bibir tersenyum, Bu Rahma, seorang nenek berusia 73 tahun yang tinggal seorang diri di gubuk reyot, mengungkapkan rasa harunya.
“Saya sudah lama tidak diajak ngobrol seperti ini, Pak. Biasanya hanya lewat, jarang yang mampir. Tadi Pak Polisi malah duduk di tikar saya, bertanya kabar, dan bercanda. Saya sampai lupa kalau beliau adalah pejabat. Sembakonya sangat berarti untuk seminggu ke depan, tapi pelukannya tadi lebih berharga dari apapun. Terima kasih, Pak Kapolsek, saya jadi merasa punya anak saja.”ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini menjadi bukti bahwa semangat polisi sahabat masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang menghangatkan kampung. (Red)








