Minilok Lintas Sektor Kunci Utama Dorong Capaian PTM, Puskesmas Tegalampel Raih Juara 3

BONDOWOSO, Lensarakyat.id – Puskesmas Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, menggelar Mini Lokakarya Lintas Sektor (Minilok) guna memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pembangunan kesehatan di Kecamatan Tegalampel, rabu (30/09/2026).

Kegiatan ini dihadiri Camat Tegalampel Rifky Hariadi, S.Stp., M.M., Kapolsek Tegalampel AKP Sobingan, S.H., M.H., Danramil 03 Tegalampel Kapten Arm Supandi, Kepala Puskesmas Tegalampel dr. Ahmad Kudlori, serta para kepala desa dan kader kesehatan.

Camat Tegalampel memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan siap mendukung penuh program kesehatan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, menghimbau agar Minilok tidak sekadar rutin tanpa makna. “Forum ini harus mampu menampung aspirasi kesehatan yang tumbuh di tingkat bawah, tidak hanya bergantung pada para kader. Kami berharap ada terobosan nyata,” tegasnya rabu (30/09/2026).

Dukungan juga datang dari TNI. Danramil 03 Tegalampel Kapten Arm Supandi menegaskan komitmennya. “Kami akan selalu bersinergi dan mengaplikasikan langsung di lapangan,” ujarnya.

Capaian PTM Naik 50 Persen dan Cek Gratis Cukup KTP

Kepala Puskesmas Tegalampel dr. Ahmad Kudlori membeberkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes menjadi perhatian utama. Capaian deteksi Triwulan 1 sebesar 10%, meningkat 30% di Triwulan 2, dan melesat 50% pada Triwulan 3.

Yang menarik, pemeriksaan gratis tidak hanya untuk lansia, tetapi menyeluruh termasuk pelajar bahkan dari luar wilayah. “Cukup dengan KTP sebagai persyaratan,” jelasnya.

Imunisasi Dasar Lengkap Jadi Perhatian Serius

Di bidang imunisasi, seluruh balita di Tegalampel telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Rinciannya:

· 0-24 jam: Hepatitis B (HB-0) dan Polio 0
· 0-2 bulan: BCG untuk TBC
· 1 bulan: Polio tetes
· 2, 3, dan 4 bulan: DPT-HB-Hib dan Polio lanjutan (IPV)
· 9 bulan: Campak/MR

Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap influenza yang riskan di Jawa Timur belakangan ini.

KIA: Tidak Ada Kematian Saat Melahirkan Jadi Indikator Utama

Terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dr. Ahmad menekankan indikator utama ibu sehat adalah tidak adanya kematian saat melahirkan. Hipertensi saat hamil dapat memicu eklamsia dan gagal jantung.

“Harapannya, saat hamil harus periksa sejak usia kehamilan satu minggu, terutama kehamilan pertama,” pesannya. Pihaknya akan aktif mencari kasus kehamilan yang disembunyikan dan prematur yang terkendala geografis dengan medan naik turun.

Melalui Minilok ini, diharapkan sinergi lintas sektor semakin solid sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat dari desa sampai pusat.

Tim Liputan: SMSI Bondowoso

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *