BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Memasuki tahun ketiga kepemimpinan RAHMAD, Fraksi Partai Golkar DPRD Bondowoso menyuarakan harapan besar agar visi-misi “Bondowoso Berkah” tidak lagi sekadar wacana di atas kertas. APBD 2027 dinilai sebagai momentum krusial untuk membuktikan bahwa pembangunan benar-benar berjalan sesuai janji politik.
“Visi misi harus lebih gacor,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bondowoso, Kukuh Rahardjo, S.T., M.MT., dalam pernyataannya belum lama ini.
Menurutnya, tahun ketiga pemerintahan RAHMAD seharusnya menjadi titik akselerasi, bukan sekadar konsolidasi. Berbagai program yang telah dicanangkan sejak awal kepemimpinan harus mulai menunjukkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu sorotan utama Fraksi Golkar adalah keberadaan Travel Pattern yang digadang-gadang menjadi pondasi digital untuk mempromosikan Bondowoso ke kancah dunia. Program ini dinilai strategis, tidak hanya untuk memperkenalkan potensi wisata daerah, tetapi juga memudahkan wisatawan dalam mengakses objek wisata maupun event rutin yang digelar pemerintah.
“Travel Pattern ini harus benar-benar hidup. Jangan sampai hanya jadi aplikasi yang tidak terpakai. Ini kan pondasi digital kita untuk menduniakan Bondowoso,” ujar Kukuh.
Tak hanya soal digitalisasi pariwisata, Fraksi Golkar juga menyoroti keberadaan Command Center yang selama ini dinilai belum optimal. Kukuh berharap fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai ruang rapat digital, layar monitor, atau pusat kegiatan seremonial semata.
“Command Center harus direvitalisasi menjadi pusat data dan informasi strategis yang mampu menyajikan dashboard pembangunan secara real time dan terintegrasi. Dengan begitu, Bupati akan mendapatkan sajian data yang akurat sebagai bahan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran,” paparnya.
Menurut Kukuh, keberadaan Command Center yang benar-benar berfungsi akan menjadi tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data. Selama ini, kebijakan pembangunan kerap kali masih bersandar pada asumsi dan laporan manual yang memakan waktu.
RPJMD Diminta Direview
Dalam kesempatan yang sama, Fraksi Golkar juga meminta Pemerintah Daerah untuk mereview Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pasalnya, dokumen perencanaan tersebut dinilai sudah tidak relevan dengan realitas pembangunan yang ada saat ini.
Data yang dihimpun Fraksi Golkar menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bondowoso pada tahun 2025 mencapai 5,32%, meningkat signifikan dari 4,87% pada tahun 2024. Sementara pada Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Bondowoso bahkan mencapai 5,83% secara year-on-year.
“Padahal target dalam RPJMD hanya 4 persen. Artinya, realitas di lapangan jauh melampaui apa yang direncanakan. Ini yang membuat RPJMD perlu direview agar target-target pembangunan ke depan lebih realistis dan menantang,” tegas Kukuh.
Ia menambahkan, dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif, pemerintah daerah seharusnya berani menetapkan target yang lebih ambisius. Jangan sampai dokumen perencanaan justru menjadi penghambat laju pembangunan karena target yang terlalu rendah.
Fraksi Golkar berharap APBD 2027 yang merupakan tahun ketiga pemerintahan RAHMAD dapat menjadi instrumen nyata dalam mewujudkan Bondowoso Berkah. Bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai fondasi menuju Bondowoso yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Tahun ketiga ini harus lebih gacor. Jangan ada lagi program yang jalan di tempat. Masyarakat sudah menunggu hasil nyata dari visi-misi yang dijanjikan,” pungkas Kukuh. (Bam”s)








