Sajikan Menu MBG Ramadan Bernutrisi Tinggi, SPPG Taman Krocok Jadi Inspirasi Dapur Pangan Lokal

BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan langkah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Krocok Kab. Bondowoso untuk terus berinovasi. Di tengah tantangan menghadirkan makanan yang tak hanya tahan lama namun juga kaya gizi, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini justru menjelma menjadi percontohan dalam mengolah pangan lokal menjadi hidangan bernutrisi tinggi untuk berbuka puasa.

Sejak memasuki pekan kedua Ramadan 1447 Hijriah, SPPG Taman Krocok mengubah strategi dapurnya. Jika biasanya menu disajikan dalam bentuk siap santap di sekolah, kini makanan dikemas dalam paket sehat untuk dibawa pulang. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan kandungan gizinya tetap setara dengan menu harian biasa, bahkan saat makanan harus bertahan hingga waktu berbuka.

“Ini bukan sekadar membagikan takjil. Kami memastikan setiap paket yang dibawa pulang oleh siswa tetap memenuhi prinsip ‘Isi Piringku’—ada karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah,” ujar Kepala SPPG Taman Krocok, Burhanudin, saat ditemui di dapur produksinya, Jumat (6/3/2026).

BACA JUGA :
Heboh menu "kontroversial" MBG di Taman Krocok Tuai Kecaman, Anggaran Rp10.000, hanya Rp6.000 yang Sampai ke Anak

Yang menarik dari SPPG Taman Krocok adalah komitmennya menghindari makanan olahan pabrikan atau ultra processed food (UPF). Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 3 Tahun 2026 yang meminta SPPG lebih kreatif mengolah pangan lokal .

Pantauan di lokasi, dapur SPPG Taman Krocok terlihat sibuk memproduksi dendeng daging sapi lokal untuk diolah menjadi roti abon lele, dan telur asin khas Bondowoso. Ketiga lauk ini dipilih karena memiliki daya tahan simpan yang cukup lama, namun tetap kaya protein.

“Kami tidak menggunakan nugget atau sosis pabrikan. Kami olah sendiri daging sapi dari peternak lokal menjadi dendeng untuk bahan roti yang kandungan gizinya terjamin, tidak ada pengawet tambahan, dan yang terpenting, rasanya tetap lezat saat disantap setelah magrib nanti,” jelas salah satu ahli gizi yang bertugas di SPPG tersebut.

BACA JUGA :
Alasannya Fatal! 34 Dapur Makan Bergizi Gratis di Bondowoso Disegel, Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene

Untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin, SPPG Taman Krocok menyertakan buah jeruk mandarin, pir dan apel. Sesekali, kolak pisang dan bubur kacang hijau buatan sendiri juga masuk dalam menu untuk memberikan variasi karbohidrat dan menjaga selera siswa .

Ditambah dengan kurma sebagai pelengkap opsional, menu tersebut menjadi santapan berbuka yang sempurna—manis alami dari kurma memulihkan energi, sementara protein dari dendeng membantu pemulihan sel-sel tubuh setelah seharian berpuasa.

Inovasi tidak hanya berhenti pada menu. SPPG Taman Krocok juga menerapkan sistem dua tas kain berwarna berbeda—biru dan merah—untuk distribusi harian . Setiap siswa mendapatkan satu tas berisi paket makanan.

BACA JUGA :
BGN Buka Suara soal Anggaran MBG 2026: Anggaran Bahan Baku Rp8.000 - Rp10.000, Tambahan Rp5.000 untuk Masak & Antar

“Kami melatih kedisiplinan anak sekaligus memastikan kemasan tetap higienis. Tas kain ini juga ramah lingkungan, mengurangi sampah kertas atau plastik,” terang koordinator distribusi SPPG setempat.

Dan salah satu warga sekitar menegaskan kalau kehadiran SPPG ini juga membawa berkah. “Limbah dapur seperti sayuran dan sisa makanan dikelola menjadi pakan ternak ayam dan itik, “tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDN Paguan 01 mengatakan kalau kemasan kain tas yang digunakan kembali mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi siswa di Taman Krocok. Mereka tidak hanya belajar tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menyadari bahwa makanan bergizi dan berbasis lokal bisa menjadi hidangan istimewa saat berbuka puasa,”tukas Kepala Sekolah SDN Paguan 01.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *