BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan melalui pengawasan berkala terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bondowoso. Langkah ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan, dengan fokus memastikan limbah cair yang dihasilkan memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan.
Kepala DLH Kabupaten Bondowoso, Henry Kurniawan, S.T., M.M., mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara rutin untuk memastikan setiap IPAL di dapur SPPG berfungsi optimal. “Fokus pemeriksaan DLH pada IPAL SPPG salah satunya adalah kualitas air hasil olahan. Kami menguji apakah air yang keluar dari IPAL sudah jernih, tidak berbau, dan sesuai dengan baku mutu lingkungan, mengacu pada regulasi seperti Permen LH/BPLH terkait,” ujarnya tertulis kamis (05/11)..
Henry menambahkan, saat ini proses pengawasan masih berjalan dan hasilnya akan segera dilaporkan kepada Ketua Satgas Kabupaten. “Dan saat ini masih dalam proses pelaporan kepada ketua satgas kabupaten,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S.Pd., menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya memenuhi standar pengolahan limbah. Menurutnya, fasilitas IPAL di dapurnya sudah sesuai ketentuan, meski masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kualitas air olahan. “Kami sudah memenuhi standar. Hanya menunggu hasil uji lab terkait kualitas air hasil IPAL,” tutur Nurholis.
Pengawasan IPAL di dapur SPPG menjadi krusial mengingat program MBG melibatkan aktivitas memasak dalam skala besar yang berpotensi menghasilkan limbah cair. Dengan pengawasan ketat dari DLH, diharapkan seluruh dapur SPPG di Bondowoso dapat beroperasi tanpa mencemari lingkungan, sekaligus mendukung tercapainya tujuan program MBG yang tidak hanya fokus pada gizi anak, tetapi juga kelestarian lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, DLH Bondowoso masih terus melakukan pemeriksaan di sejumlah SPPG dan mengumpulkan data untuk diserahkan kepada satgas kabupaten. Masyarakat pun diajak turut mengawasi jika menemukan indikasi pencemaran limbah di sekitar dapur SPPG. (Bam”z)








