Bondowoso, Lensarakyat.id – Proyek rehabilitasi gedung Kelompok Bermain (KB) di Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso, disoroti lantaran dinilai tidak transparan dan berpotensi menjadi ‘proyek siluman’. Ketiadaan papan informasi proyek di lokasi menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat mengenai sumber dana, besaran anggaran, pelaksana, hingga jadwal pasti pekerjaan.
Proyek yang disebut memiliki batas waktu penyelesaian hingga akhir 2025 itu dikhawatirkan akan molor atau bahkan tidak sesuai kebutuhan. Kekhawatiran juga muncul atas potensi penyimpangan anggaran dalam pelaksanaannya dan kuat dugaan adanya gratifitasi dalam anggaran.
Salah seorang warga Desa Pejaten yang enggan disebutkan namanya dan hanya menyebut inisial M, menyuarakan keheranannya. “Kami melihat ada aktivitas perbaikan, tetapi sama sekali tidak ada papan penjelasan. Siapa yang membiayai, berapa anggarannya, kapan selesainya, kami tidak tahu. Ini kan seharusnya untuk kepentingan umum, khususnya anak-anak yang belajar, tapi kok justru disembunyikan, bahkan ada oknum guru yang sengaja memberi sejumlah uang kepada seseorang karena dianggap berjasa dengan adanya proyek tersebut, namun ditolak,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Menurut M, ketiadaan informasi publik ini jelas melanggar prinsip akuntabilitas dan transparansi, terutama untuk fasilitas publik seperti KB Mutiara Bunda. “Dan proyek rehabilitasi ini disebut memiliki target penyelesaian hingga akhir tahun 2025. Sedangkan beberapa jam lagi sudah masuk tahun 2026, Namun, tanpa pengawasan publik dan kejelasan mekanisme, muncul kekhawatiran proyek akan molor atau tidak sesuai dengan kebutuhan riil,” tukasnya.
Ia juga menambahkan, setiap proyek yang menggunakan sumber daya publik wajib memenuhi asas transparansi. “Pemasangan papan proyek bukan hanya formalitas. Itu adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat yang dananya digunakan. Proyek ‘siluman’ seperti ini rentan terhadap penyimpangan,” tambah M.
Terpisah saat dikonfirmasi, pengelola KB maupun Guru KB Mutiara Bunda Desa Pejaten belum dapat memberikan tanggapan resmi dan penjelasan detail mengenai sumber pendanaan, skema, serta mekanisme pengawasan proyek rehabilitasi tersebut, walaupun sudah berulang kali dihubungi melalui pesan Whatsaap, namun sama sekali tidak menanggapi terkesan tutup mata.
Sementara itu, Y inisial salah satu Warga Masyarakat yang lain juga berharap agar pengelola KB dan pihak berwenang segera membuka informasi selengkap-lengkapnya mengenai proyek ini. “Tujuannya agar rehabilitasi gedung Kelompok Belajar benar-benar bermanfaat untuk kemajuan pendidikan anak-anak Desa Pejaten, bukan justru menjadi masalah baru yang mengaburkan tata kelola pemerintahan yang baik.







