Bondowoso| Lensarakyat.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Trebungan, Kec. Taman Krocok, Kab. Bondowoso menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk Tahun Anggaran 2027 pada selasa (20 Januari 2026). Musrenbang yang berlangsung penuh antusias ini mengusung tema strategis: “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.”
Kegiatan yang dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, perwakilan kelompok tani, UMKM, perempuan, pemuda, dan lembaga desa ini bertujuan merumuskan arah pembangunan desa tahun depan yang tepat sasaran dan berorientasi masa depan.

Kepala Desa Trebungan, Bapak Jamin Hermanto, dalam konferensi pers menekankan bahwa tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan global dan lokal. “Tahun 2027 bukan sekadar angka, tapi milestone bagi Trebungan. Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi desa berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup warga secara merata dan pelestarian lingkungan. Kesejahteraan sosial yang inklusif dan ketahanan pangan yang mandiri adalah pondasi kita,” ujarnya.
Musrenbang berjalan secara partisipatif. Beberapa isu prioritas yang mengemuka antara lain:
- Penguatan Program Keluarga Harapan (PKH) Desa dan pendampingan untuk kelompok rentan (lansia, disabilitas) guna mengurangi kesenjangan.
- Pengembangan lumbung pangan desa berbasis komunitas dan diversifikasi tanaman pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasar luar.
- Penerapan pertanian ramah lingkungan (organik, biopestisida) dan sistem irigasi hemat air untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.
- Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan usaha berbasis produk lokal dan akses permodalan.
- Pengelolaan sampah terpadu dan penghijauan sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan.
Camat Taman Krocok, Edy Mulyono, S. Sos, M.M., menyatakan bahwa semua usulan yang masuk akan diverifikasi dan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027. “Prinsipnya, setiap program harus memenuhi minimal dua dari tiga pilar tema: sosial, ekonomi-lingkungan (pangan), dan keberlanjutan. Misalnya, program bank sampah tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga menciptakan nilai ekonomi dan mengedukasi warga,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi proses musyawarah yang demokratis. “Musrenbang ini mencerminkan kedaulatan warga dalam menentukan prioritas pembangunan. BPD akan mengawal agar semua aspirasi yang tertampung dapat diwujudkan dalam APBDes 2027 dengan prinsip akuntabel dan transparan,” tegasnya.
Dengan ditutupnya Musrenbangdes 2027 ini, Pemdes Trebungan kini memiliki peta jalan yang jelas. Fokus pada kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berbasis keberlanjutan diharapkan tidak hanya memakmurkan warga saat ini, tetapi juga menjamin kualitas hidup bagi generasi Trebungan di masa mendatang.







