Transparansi Jadi Kunci, Bupati Bondowoso Paparkan LKPJ 2025 di Depan DPRD: Fokus pada SDM dan Ekonomi Inklusif

Bondowoso| Lensarakyat.id – Suasana di Ruang Graha Paripurna DPRD Kabupaten Bondowoso berubah menjadi ruang diskusi kebijakan yang serius namun hangat, Senin (30/3/2026). Duduk di hadapan para wakil rakyat, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., dengan tegas menyampaikan Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Bagi orang nomor satu di Bondowoso ini, agenda tersebut bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan sebuah komitmen untuk membuka diri.

Dalam pemaparannya, Bupati mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan sepanjang tahun 2025 telah digerakkan dengan satu tema besar: Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pembangunan Ekonomi Inklusif. Tema ini, menurutnya, bukan sekadar jargon, melainkan arah nyata yang diterjemahkan ke dalam lima prioritas utama.

Kelima prioritas tersebut mencakup upaya serius dalam meningkatkan dan memeratakan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja serta lapangan usaha, hingga meningkatkan akses dan kualitas layanan publik. Tidak berhenti di situ, Pemkab Bondowoso juga fokus pada peningkatan daya saing daerah, serta penguatan pemberdayaan manusia yang beriringan dengan kualitas lingkungan hidup.

BACA JUGA :
Bupati Bondowoso: Pendamping PKH Harus Kerja Cepat dan Tepat untuk Wujudkan Bondowoso Berkah

Dari sisi keuangan, Kabupaten Bondowoso mencatatkan kinerja yang cukup stabil sepanjang 2025. Pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp2,022 triliun berhasil direalisasikan mencapai Rp1,976 triliun, atau 98,67 persen. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun terbilang menggembirakan, menyentuh angka 92,62 persen dari target yang telah ditetapkan.

BACA JUGA :
Bupati dan Wakil Bupati Tinjau Langsung Jembatan Rusak di Prajekan-Botolinggo, Pemkab Bondowoso Siaga Darurat 24 Jam

Sementara dari sisi belanja, disiplin anggaran juga terlihat. Dari total alokasi anggaran belanja daerah sebesar Rp2,099 triliun, realisasinya mencapai Rp1,927 triliun atau sekitar 91,83 persen. Angka ini menunjukkan bahwa meski fokus pada pembangunan, pemerintah daerah tetap menjalankan pengeluaran secara terukur.

BACA JUGA :
BPK RI Perwakilan Jawa Timur Lakukan Pemeriksaan Interim di Pemkab Bondowoso

Dengan paparan yang terbuka ini, Bupati Hamid berharap agar LKPJ tersebut benar-benar menjadi bahan diskusi produktif antara eksekutif dan legislatif. “Kami siap menerima segala catatan dan masukan. Ini adalah bagian dari perjalanan kita bersama membangun Bondowoso yang lebih maju,” pungkasnya. Rapat paripurna pun ditutup dengan kesan bahwa sinergi antara pemkab dan DPRD terus dipupuk demi kemajuan daerah yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *