Makan Bergizi Gratis dari SPPG Curahpoh Terbukti Mampu Meningkatkan Konsentrasi Belajar Murid SDN Penambangan 01

Bondowoso| Lensarakyat.id – Suasana kelas IV SDN Penambangan 01, Kecamatan Curahdami Desa Penambangan Kab. Bondowoso, terlihat lebih hidup dan bersemangat dari biasanya. Puluhan mata anak-anak kini lebih fokus menatap papan tulis, tangan-tangan kecil dengan antusias mengacung menjawab pertanyaan guru. Perubahan ini bukan tanpa sebab. Sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan oleh Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh, konsentrasi belajar para murid meningkat drastis.

“Biasanya menjelang pukul 09.00, banyak anak yang sudah lemas, ada yang mengantuk, bahkan pusing karena belum sarapan. Sekarang beda. Setelah makan siang bergizi, mereka lebih fokus dan aktif hingga jam pulang,” ujar wali kelas IV SDN Penambangan 01, saat ditemui di ruang guru, sabtu (30/5/2026).

Program yang dimulai sejak tahun 2025 ini menyasar seluruh 147 siswa di sekolah tersebut. Menu yang disediakan bervariasi setiap harinya: nasi, lauk protein (ayam, ikan, atau telur), sayuran hijau, serta buah segar. Tak lupa, susu juga diberikan dua kali seminggu.

BACA JUGA :
Aksi Joget Karyawan SPPG Lojajar Bondowoso Jadi Sorotan, Nasim Khan Minta Tindak Tegas Jika Langgar SOP

Dari Perut Kenyang ke Konsentrasi Optimal

Kepala Sekolah SDN Penambangan 01, mengaku sempat skeptis di awal. Namun setelah satu tahun berjalan, ia melihat data yang meyakinkan. “Kami melakukan evaluasi internal. Rata-rata nilai ulangan harian meningkat 15 hingga 20 poin dibanding periode sebelumnya. Yang paling terlihat adalah kemampuan anak dalam memecahkan soal cerita Matematika. Mereka tidak mudah menyerah dan lebih teliti,” jelasnya.

Menurutnya, program ini seperti “obat mujarab” bagi anak-anak yang terbiasa berangkat ke sekolah dengan perut kosong. “Lingkungan kami sebagian besar adalah keluarga petani dan buruh tani. Sarapan dengan nasi dan sambal teri saja sudah bersyukur, apalagi bergizi seimbang. Maka ketika SPPG memberikan makanan lengkap di sekolah, ini revolusi,” tambahnya.

Perubahan Perilaku Anak-anak

Pantauan di lapangan menunjukkan perubahan signifikan. Sebelum program, saat jam pelajaran ketiga (sekitar pukul 09.30), banyak anak yang terlihat gelisah, meletakkan kepala di meja, atau asyik bermain sendiri karena energi habis. Setelah MBG diterapkan, jam belajar efektif benar-benar terasa hingga pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA :
Sapaan Hangat Babinsa dan Menu Bergizi dari SPPG Curahpoh 3, Bikin Siswa SDN Penambangan 01 Semangat Belajar

“Anak-anak yang dulunya sering mengeluh sakit perung, sekarang jarang absen. Mereka juga lebih semangat saat olahraga dan ekstrakurikuler. Bahkan, perkelahian kecil di antara teman berkurang. Perut kenyang bikin hati tenang,” tutur Siti Munawaroh tersenyum.

Dukungan Penuh dari Orang Tua

Orang tua murid pun menyambut hangat. Kasih, ibu dari Zahra siswa kelas II, mengaku terbantu. “Dulu Zahra malas belajar di rumah karena kurang energi. Sekarang dia pulang sekolah masih semangat cerita pelajaran, terus mau mengerjakan PR. Badannya juga makin sehat, tidak kurusan lagi,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

SPPG: Bukan Sekadar Memberi Makan

Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S. Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang berdasarkan riset: asupan gizi yang cukup terutama zat besi, zinc, dan protein, terbukti memengaruhi fungsi kognitif dan konsentrasi otak. “Kami tidak asal kenyang. Setiap menu dihitung kalori dan nutrisinya sesuai usia anak. Kerja sama dengan ahli gizi dan dapur sehat menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.

BACA JUGA :
SPPG Curahpoh Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan Nafas Kehidupan Buat Warga Kecil

SPPG juga melibatkan guru dalam pemantauan. Setiap hari, catatan tentang sisa makanan dan perilaku anak setelah makan dikirimkan ke tim gizi untuk evaluasi menu berikutnya.

Harapan ke Depan

Melihat hasil positif ini, SDN Penambangan 01 berharap program Makan Bergizi Gratis bisa diperluas ke jenjang SMP di wilayah tersebut. “Jika konsentrasi sudah baik sejak SD, pondasi pendidikan anak akan kuat. Kami sudah melihat buktinya. Program ini bukan bantuan biasa, ini investasi sumber daya manusia masa depan,” pungkas Nurholis.

Sementara itu, di sudut kelas, sekelompok anak tengah asyik menggambar pemandangan. Ketika ditanya alasan mereka begitu bersemangat, Rafa, siswa kelas III, menjawab polos: “Soalnya habis makan siang, perutku kenyang, jadi pikiran enggak kemana-mana. Fokus!”

Tawa riang pecah di ruang kelas itu. Sebuah perubahan sederhana yang dimulai dari piring makan, kini menumbuhkan benih-benih konsentrasi yang akan mengantarkan mereka meraih cita-cita. ***

Reporter: Tim Liputan Desa Curahpoh
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *