Bondowoso | Lensarakyat.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, menggelar rapat evaluasi dan koordinasi untuk meninjau serta menyempurnakan pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah setempat. Kegiatan yang berlangsung di bawah naungan Yayasan Satu Hati Peduli Umat ini dihadiri oleh jajaran pengurus, mitra, dan pemangku kepentingan terkait.
Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak, guna memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan berjalan optimal dan tepat sasaran. Forum ini secara khusus dirancang untuk menampung kritik dan saran membangun dari perwakilan sekolah, termasuk guru, siswa, dan wali murid. Sebab, suara dari pengguna layanan dinilai sebagai kompas utama dalam perbaikan .
Asti Mistriawati: Evaluasi untuk Perbaikan Berkelanjutan
Pembina Yayasan Satu Hati Peduli Umat, Asti Mistriawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi sebagai fondasi untuk perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, program pemenuhan gizi bukan hanya soal membagikan makanan, tetapi juga tentang memastikan kualitas dan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
“Rapat evaluasi ini adalah wujud tanggung jawab kita bersama. Kami ingin memastikan bahwa setiap paket makanan yang disalurkan benar-benar bergizi, disukai anak-anak, dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan serta semangat belajar mereka,” ujar Asti Mistriawati. Ia juga menekankan perlunya sinergi yang kuat antara SPPG, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan .
Evareta Kevin Agastia: Komitmen Yayasan untuk Generasi Sehat
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Satu Hati Peduli Umat, Elvareta Kevin Agastia, menyampaikan komitmen penuh yayasannya dalam mendukung program prioritas pemerintah ini. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh tim SPPG Curahdami yang telah berdedikasi tinggi di lapangan.
“Kami di Yayasan Satu Hati Peduli Umat berkomitmen untuk terus mendampingi dan memastikan program ini berjalan dengan baik. Anak-anak adalah aset bangsa, dan pemenuhan gizi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. Kami berharap melalui program MBG, anak-anak di Bondowoso tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi,” tegas Elvareta Kevin Agastia .
Nurholis, S.Pd.: Masukan Sekolah Adalah Prioritas
Sementara itu, Kepala SPPG Curahdami, Nurholis, S. Pd., menjelaskan bahwa rapat evaluasi kali ini mengusung semangat keterbukaan. Pihaknya secara khusus membuka ruang dialog bagi perwakilan sekolah untuk menyampaikan kritik dan saran, terutama terkait menu, rasa, dan variasi makanan.
“Kami membuka ruang dialog dan sangat menghargai setiap kritik serta saran yang membangun dari semua pihak di sekolah, baik dari guru, siswa, maupun wali murid. Suara Anda penting untuk kami agar hidangan yang disajikan semakin baik dan diterima anak-anak,” ujar Nurholis, S.Pd . Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah merancang berbagai menu inovatif, termasuk menu khusus untuk pemulihan stamina siswa pasca libur panjang, guna memastikan asupan gizi tetap terjaga .
Dengan adanya rapat koordinasi ini, SPPG Curahdami berharap program Makanan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan kualitasnya, tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menyehatkan dan mendidik pola konsumsi generasi penerus bangsa di Bondowoso.
Tim Liputan : SPPG Kab. Bondowoso








