Bondowoso| Lensarakyat.id – Wajah-wajah ceria dan penuh semangat tampak dari para siswa SDN Penambangan 01 di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhir-akhir ini. Transformatif. Dahulu banyak yang terlihat lemas dan sulit berkonsentrasi, kini mereka aktif bertanya, berlarian saat istirahat, dan mengikuti pelajaran dengan antusias. Perubahan ini tidak lepas dari peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curahpoh yang secara konsisten menyediakan asupan bergizi setiap hari.
Kepala SPPG Curahpoh, Nurholis, S.Pd., menjelaskan bahwa program unggulan Presiden Prabowo ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi gizi anak-anak di wilayah terpencil. “Sebagian besar siswa datang ke sekolah tanpa sarapan atau hanya makan makanan rendah gizi. Akibatnya, tubuh mereka mudah lelah, daya tangkap menurun, dan semangat belajar terkikis. Kami hadir untuk mengubah itu,” ujar Nurholis saat ditemui di lokasi, Jumat (8/5/2026).

SPPG Curahpoh yang berlokasi tak jauh dari sekolah ini menyediakan menu seimbang setiap hari. Contoh menu yang disukai siswa antara lain nasi putih, lauk ayam goreng tepung, sayur sop, tahu bacem dan pisang ambon. Seluruh bahan makanan diolah di dapur sehat SPPG dengan pengawasan ketat dari tim gizi.
Kepala SDN Penambangan 01, Siti Aminah, S.Pd., mengakui dampak luar biasa program ini. “Dalam tiga bulan terakhir, tingkat kehadiran siswa naik dari 82% menjadi 97%. Nilai rata-rata ulangan harian juga meningkat signifikan, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Anak-anak tidak mudah mengantuk lagi. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Nurholis dan Owner SPPG Curahpoh, Martha Suprihastini,”tuturnya dengan penuh haru.
Salah satu siswa kelas 5, Roni, mengaku kini paling menanti waktu makan siang bergizi. “Dulu sering pusing kalau belajar jam kedua. Sekarang habis makan, badan jadi segar, bisa main dan belajar sampai pulang. Ayamnya enak, pisangnya juga manis,” ceritanya polos.
Program Makan Bergizi Gratis dari SPPG Curahpoh tidak hanya membagikan makanan, tetapi juga memberikan edukasi singkat tentang gizi seimbang melalui permainan dan lagu-lagu interaktif. Para wali murid pun dilibatkan secara berkala untuk menanamkan kebiasaan pola makan sehat di rumah.
Ke depan, Nurholis, S.Pd., sudah memperluas jangkauan layanan pemerataan ke SPPG lainnya di Kecamatan Curahdami dan menggandeng petani setempat untuk memasok bahan pangan segar. “Kami ingin generasi Bondowoso tumbuh kuat, cerdas, dan berdaya saing. Asupan gizi adalah fondasinya,” tegasnya.
Dengan sinergi antara SPPG Curahpoh, pihak sekolah, dan dukungan pemerintah Kabupaten Bondowoso, semangat belajar siswa SDN Penambangan 01 telah berubah drastis—dari lesu menjadi bergelora, dari tertinggal menjadi penuh harapan. (Tim Liputan)







