BONDOWOSO| Lensarakyat.id – Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Baiturrahim, Desa Mandiro, Kec. Tegalampel Kab. Bondowoso pada Jumat (12/12/2025) terasa istimewa. Bukan hanya sebagai ibadah rutin, namun juga karena yang bertindak sebagai khatib dan imam adalah Kapolsek Tegalampel , AKP. Sobingan, S.H. M.H.
Kehadiran dan peran aktif Kapolsek dalam memimpin ibadah ini disambut hangat oleh jamaah dan pengurus masjid. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh tokoh masyarakat desa Mandiro Kec. Tegalampel, menciptakan nuansa kebersamaan dan kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat.

Pada khotbahnya yang bertema “Mensyukuri Nikmat Allah”, Kapolsek menyampaikan bahwa nikmat Allah yang diberikan kepada manusia tidak terbatas pada materi atau kesehatan semata, tetapi juga meliputi keamanan, ketertiban, dan kerukunan yang terjaga di tengah masyarakat.
“Rasa aman, tentram, dan damai yang kita rasakan saat ini adalah bagian dari nikmat Allah yang sangat besar. Mari kita jaga bersama nikmat ini dengan selalu menaati hukum, baik hukum agama maupun hukum negara,” pesannya di hadapan jamaah.
Kapolsek juga menekankan bahwa syukur bukan hanya diucapkan secara lisan, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan nyata. Bentuk syukur atas nikmat keamanan, antara lain, dengan menjadi warga yang taat hukum, menjaga toleransi, serta aktif membantu petugas dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Kedamaian dan ketenteraman adalah pondasi bagi kita untuk bisa beribadah dengan khusyuk, bekerja dengan tenang, dan membina keluarga dengan baik. Ini semua adalah karunia yang harus kita syukuri dengan menjaga dan memperkuatnya,” tambahnya.
Sementara itu, usai menunaikan Shalat Jumat, Kapolsek menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pengurus masjid dan sejumlah jamaah. Keikutsertaan Kapolsek dalam ibadah ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan polisi dengan masyarakat, serta mengingatkan semua pihak akan pentingnya senantiasa bersyukur dan berkontribusi positif bagi kedamaian bersama.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara instansi pemerintah dengan lembaga keagamaan dalam membangun karakter masyarakat yang religius, patuh hukum, dan penuh rasa syukur.







